Rusia Khawatirkan Kabar Penggunaan Tentara Bayaran di Konflik Nagorno-Karabakh

Kamis, 01 Oktober 2020 - 15:44 WIB
loading...
Rusia Khawatirkan Kabar...
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Moskow khawatir dengan laporan penggunaan tentara bayaran dalam konflik Nagorno-Karabakh. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, Moskow khawatir dengan laporan penggunaan tentara bayaran dalam konflik Nagorno-Karabakh. Kementerian itu menegaskan bahwa Rusia menentang langkah tersebut dan menyerukan penarikan tentara bayaran dari wilayah konflik sesegera mungkin.

Kementerian mengangkat laporan media tentang militan dari Suriah dan Libya yang diduga dipindahkan ke Nagorno-Karabakh, yang menjadi medan pertempuran antara Armenia dan Azerbaijan. ( Baca juga: Armenia Kerahkan S-300 Rusia, Azerbaijan Bersumpah Menghancurkannya )

"Kami sangat prihatin tentang proses ini, yang tidak hanya mengarah pada peningkatan ketegangan yang lebih besar di zona konflik, tetapi juga menciptakan ancaman jangka panjang terhadap keamanan semua negara di kawasan," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Kami menyerukan kepemimpinan kedua negara untuk mengambil langkah-langkah efektif untuk mencegah penggunaan teroris asing dan tentara bayaran dalam konflik," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (1/10/2020).

Sementara itu, sumber intelijen Amerika Serikat (AS) menuturkan Israel mengirim banyak senjata ke Azerbaijan saat perang sengit dengan Armenia sedang berkecamuk. ( Lihat grafis: Perang Armenia-Azerbaijan Hampir 100 Orang Tewas di Nagorno-Karabakh )

"Israel memasok senjata ke (Azerbaijan); dua penerbangan kargo dari Israel telah mendarat di Baku hari ini," kata sumber intelijen AS tersebut, yang berbicara dalam kondisi anonim.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Berita Terkini
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Infografis
3 Tujuan Rusia Menempatkan...
3 Tujuan Rusia Menempatkan Pesawat Tempur di Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved