China Latihan Perang Lagi di Laut China Selatan, Taiwan Khawatir Perang Pecah
Rabu, 30 September 2020 - 15:39 WIB
loading...
Kapal induk Liaoning China saat terlibat dalam latihan tempur Beijing. Foto/REUTERS
A
A
A
TAIPEI - China memulai latihan perang putaran ketiga di wilayah yang disengketakan di Laut China Selatan . Taiwan khawatir manuver militer Beijing ini dapat menyebabkan konflik lintas-Selat Taiwan.
Surat kabar South China Morning Post melaporkan katihan tembak-menembak tiga hari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan berlangsung hingga Rabu (30/9/2020) di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan.
Ini adalah ketiga kalinya tahun ini PLA China mengadakan latihan tempur di Laut China Selatan, wilayah yang jadi pemantik ketegangan antara China, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara pengklaim wilayah tersebut.(Baca: Militer China Latihan Perang Besar-besaran di Empat Laut )
Kepulauan Paracel yang disengketakan, yang oleh China disebut Kepulauan Xisha, diduduki oleh Beijing pada tahun 1974. Namun, kepulauan itu juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.
Sebelumnya, PLA menggelar latihan tempur pada 1 Juli dan 18 Juni, yang memicu kecaman dari Vietnam dan AS. Amerika tidak ikut mengklaim wilayah perairan itu, namun menuntut kebebasan bernavigasi dengan alasan area itu merupakan wilayah perairan internasional.
Surat kabar South China Morning Post melaporkan katihan tembak-menembak tiga hari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan berlangsung hingga Rabu (30/9/2020) di dekat Kepulauan Paracel yang disengketakan di Laut China Selatan.
Ini adalah ketiga kalinya tahun ini PLA China mengadakan latihan tempur di Laut China Selatan, wilayah yang jadi pemantik ketegangan antara China, Amerika Serikat (AS), dan negara-negara pengklaim wilayah tersebut.(Baca: Militer China Latihan Perang Besar-besaran di Empat Laut )
Kepulauan Paracel yang disengketakan, yang oleh China disebut Kepulauan Xisha, diduduki oleh Beijing pada tahun 1974. Namun, kepulauan itu juga diklaim oleh Taiwan dan Vietnam.
Sebelumnya, PLA menggelar latihan tempur pada 1 Juli dan 18 Juni, yang memicu kecaman dari Vietnam dan AS. Amerika tidak ikut mengklaim wilayah perairan itu, namun menuntut kebebasan bernavigasi dengan alasan area itu merupakan wilayah perairan internasional.
Lihat Juga :