Turki: Armenia Harus Tarik Mundur Tentara Bayaran dari Nagorno-Karabakh

Selasa, 29 September 2020 - 00:52 WIB
loading...
Turki: Armenia Harus...
Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar meminta Armenia menarik apa yang dia sebut tentara bayaran dan teroris yang dibawa dari luar negeri untuk stabilitas di wilayah Nagorno-Karabakh. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki mengatakan, Armenia harus menghentikan pendudukannya atas tanah Azerbaijan. Ankara juga meminta Armenia menarik apa yang mereka sebut tentara bayaran dan teroris yang dibawa dari luar negeri untuk stabilitas di wilayah Nagorno-Karabakh, tempat pasukan Armenia dan Azerbaijan bentrok.

"Armenia harus segera menghentikan serangannya, mengirim kembali tentara bayaran dan teroris yang dibawa dari luar negeri dan menarik diri dari tanah Azerbaijan," kata Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar.

"Gencatan senjata dan perdamaian diperlukan di wilayah tersebut," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (29/9/2020). ( Baca juga: Viral, Pria Mirip Bapak Komunis Karl Marx Muncul di Pesta Nikah Turki )

Sebelumnya, Duta Besar Armenia untuk Rusia, Vardan Toghanyan dalam sebuah wawancara dengan media Rusia mengatakan bahwa Turki telah mengirim sekitar 4.000 milisi dari Suriah utara ke Azerbaijan di tengah pertempuran memperebutkan wilayah Nagorno-Karabakh.

Dalam wawancara tersebut, Toghanyan mengatakan bahwa milisi akan mengambil bagian dalam pertempuran di Nagorno-Karabakh, dengan tujuan untuk membantu Azerbaijan merebut kembali wilayah tersebut. ( Lihat grafis: Dimbargo, Turki Alihkan Haluan untuk Pasok Mesin Tank MBT Altay )

Tudingan tersebut kemudian dibantah oleh pihak Azerbaijan. "Desas-desus tentang militan dari Suriah yang diduga dikirim kembali ke Azerbaijan adalah provokasi lain oleh pihak Armenia dan omong kosong," ucap Khikmet Gadzhiev, seorang asisten Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved