Perang Nagorno-Karabakh, Armenia Mobilisasi Militer untuk Lawan Azerbaijan
Senin, 28 September 2020 - 07:18 WIB
loading...
A
A
A
Mobilisasi tersebut dilakukan tak lama setelah pertempuran sengit terjadi di sepanjang perbatasan Nagorno-Karabakh, wilayah sengketa yang terjepit antara Armenia dan Azerbaijan. Kedua belah pihak melaporkan korban sipil dan saling menyalahkan karena memulai permusuhan yang melibatkan penembakan artileri serta penggunaan pesawat tempur dan armor berat.
Sebelumnya pada hari Minggu, militer Azerbaijan melaporkan penyitaan beberapa lokasi strategis dan permukiman di sepanjang garis depan. Namun, klaim tersebut dengan cepat ditolak oleh orang-orang Armenia.
Sementara itu, pihak Baku—Ibu Kota Azerbaijan—mengatakan pihaknya melihat tidak perlu mengikuti arahan Armenia dengan mengeluarkan panggilan wajib militer penuh. Pejabat militer setempat mengatakan tentara cadangan dapat dipanggil, tapi saat ini belum diperlukan. (Baca juga: Turki Sebut Armenia Biang Kerok Pertempuran Baru di Nagorno-Karabakh )
Meskipun dihuni dan dikelola oleh etnis Armenia, Baku menganggap Nagorno-Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan. Kedua belah pihak berperang pada tahun 1990-an, yang dipicu oleh keputusan Nagorno-Karabakh untuk memerdekakan diri dari Azerbaijan setelah pembubaran Uni Soviet. Sebelumnya pada hari Minggu, wilayah yang memisahkan diri itu juga mengumumkan darurat militer dan memobilisasi para penduduk laki-laki.
Sebelumnya pada hari Minggu, militer Azerbaijan melaporkan penyitaan beberapa lokasi strategis dan permukiman di sepanjang garis depan. Namun, klaim tersebut dengan cepat ditolak oleh orang-orang Armenia.
Sementara itu, pihak Baku—Ibu Kota Azerbaijan—mengatakan pihaknya melihat tidak perlu mengikuti arahan Armenia dengan mengeluarkan panggilan wajib militer penuh. Pejabat militer setempat mengatakan tentara cadangan dapat dipanggil, tapi saat ini belum diperlukan. (Baca juga: Turki Sebut Armenia Biang Kerok Pertempuran Baru di Nagorno-Karabakh )
Meskipun dihuni dan dikelola oleh etnis Armenia, Baku menganggap Nagorno-Karabakh sebagai bagian dari Azerbaijan. Kedua belah pihak berperang pada tahun 1990-an, yang dipicu oleh keputusan Nagorno-Karabakh untuk memerdekakan diri dari Azerbaijan setelah pembubaran Uni Soviet. Sebelumnya pada hari Minggu, wilayah yang memisahkan diri itu juga mengumumkan darurat militer dan memobilisasi para penduduk laki-laki.
(min)
Lihat Juga :