Koalisi PM Malaysia Menangi Pemilu Sabah

loading...
Koalisi PM Malaysia Menangi Pemilu Sabah
Koalisi PM Malaysia Muhyiddin Yassin berhasil memenangkan pemilu Sabah. Foto/TRT World
A+ A-
KUALA LUMPUR - Partai koalisi Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin berhasil memenangkan pemilu negara bagian Sabah yang dianggap penting pada Sabtu kemarin, dalam pemungutan suara yang secara luas dilihat sebagai referendum bagi pemerintahannya yang berusia tujuh bulan.

Kemenangan di Sabah kemungkinan akan memperkuat posisi Muhyiddin saat dia menghadapi tantangan kepemimpinan dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Sebelumnya, Anwar mengatakan telah memiliki mayoritas parlemen yang dibutuhkan untuk menggulingkan Muhyiddin dari kursi perdana menteri. (Baca juga :Pilu, PSBB Bikin Omzet Pengusaha Ritel Anjlok Rp200 Triliun)

Koalisi Perikatan Nasional (PN) Muhyiddin dan sekutunya memenangkan 38 dari 73 kursi yang diperebutkan dalam pemilihan hari Sabtu kemarin, nyaris mengambil kendali atas negara yang sebelumnya dikuasai oposisi.

Muhyiddin sebelumnya mengatakan bahwa kemenangan di Sabah dapat membuka jalan bagi pemilihan nasional lebih awal yang bertujuan untuk mengakhiri ketidakpastian atas stabilitas koalisi yang berkuasa, yang hanya memiliki keunggulan dua kursi di parlemen.(Baca juga: Pemilu Sabah, PM Malaysia Dikeroyok Kawan dan Lawan)



Muhyiddin berkuasa pada Maret setelah membentuk aliansi dengan partai-partai oposisi menyusul pengunduran diri yang mengejutkan dari pendahulunya, Mahathir Mohamad.

Lawan-lawan politik Muhyiddin telah menuduhnya mencuri kekuasaan dengan menyingkirkan partai-partai koalisi alih-alih bertarung di kotak suara, dan sekutunya telah menekannya selama berbulan-bulan untuk menyerukan pemungutan suara nasional untuk mengamankan mandat yang kuat. (Baca juga :Mantan Pacar Tembaki Resepsi Pernikahan, 4 Tewas Termasuk Pasangan Pengantin)

"Dia akan menggunakan kemenangan itu untuk mengabaikan setiap tantangan terhadap kepemimpinan federal. Muhyiddin sekarang dapat dengan percaya diri memimpin koalisi federal dalam pemilihan umum," kata Adib Zalkapli, direktur konsultan risiko politik BowerGroupAsia seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/9/2020).



Sebelumnya pada hari Rabu, Anwar menyatakan bahwa dia telah mendapatkan mayoritas yang "tangguh" untuk mengklaim jabatan perdana menteri - sesuatu yang dianggap Muhyiddin sebagai rumor belaka.(Baca juga: Klaim Dapat Dukungan Mayoritas di Parlemen, Anwar Siap Lengserkan Muhyiddin)

Perebutan kekuasaan terjadi ketika ekonomi Malaysia sempoyongan sebagai dampak dari pandemi virus Corona.

Muhyiddin telah mengumumkan paket stimulus sebesar USD73,16 miliar, termasuk langkah-langkah tambahan yang diumumkan hanya tiga hari sebelum pemilu Sabah.
(ber)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top