Mediterania Timur Tegang, Produk Senjata Prancis Laris Manis
Minggu, 27 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
Jet tempur Rafale membawa senjata lengkap. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Ketegangan antara negara-negara Mediterania Timur dan Turki telah mendorong penjualan senjata Prancis .
Fakta itu dijelaskan oleh kontributor Forbes Paul Iddon. Itu artinya, Prancis justru diuntungkan dengan produk senjatanya yang laris manis dibeli negara-negara di Mediterania Timur yang sedang melawan Turki .
Iddon menjelaskan, “Presiden Prancis Emmanuel Macron merupakan pengkritik kuat kebijakan luar negeri Turki dan menempatkan dirinya sebagai pendukung negara-negara Mediterania Timur yang berkonflik dengan Turki.”
Di sisi lain, militer Prancis terlibat dalam serangkaian latihan militer tahun ini dengan lawan-lawan Turki di Mediterania Timur sebagai sinyal dukungan Paris pada negara-negara itu.
Iddon mengonfirmasi Prancis menunjukkan dukungan pada Yunani dengan mengerahka ndua jet tempur Dassault Rafale ke pulau Crete, Yunani, bersama satu kapal perang pada Agustus.
“Yunani beralih ke Prancis setelah memutuskan memperkuat militernya dengan membeli 18 jet Rafale, termasuk enam brand baru dan 12 jet bekas yang pernah dipakai Angkatan Udara Prancis. Ini menunjukkan Yunani sebagai negara Eropa pertama yang membeli jet Rafale,” papar Iddon.
Iddon juga mengungkap bahwa Yunani telah mencapai kesepakatan USD305 juta dengan Prancis untuk upgrade armada jet tempur Dassault Mirage 2000-5 pada Desember 2019.
Fakta itu dijelaskan oleh kontributor Forbes Paul Iddon. Itu artinya, Prancis justru diuntungkan dengan produk senjatanya yang laris manis dibeli negara-negara di Mediterania Timur yang sedang melawan Turki .
Iddon menjelaskan, “Presiden Prancis Emmanuel Macron merupakan pengkritik kuat kebijakan luar negeri Turki dan menempatkan dirinya sebagai pendukung negara-negara Mediterania Timur yang berkonflik dengan Turki.”
Di sisi lain, militer Prancis terlibat dalam serangkaian latihan militer tahun ini dengan lawan-lawan Turki di Mediterania Timur sebagai sinyal dukungan Paris pada negara-negara itu.
Iddon mengonfirmasi Prancis menunjukkan dukungan pada Yunani dengan mengerahka ndua jet tempur Dassault Rafale ke pulau Crete, Yunani, bersama satu kapal perang pada Agustus.
“Yunani beralih ke Prancis setelah memutuskan memperkuat militernya dengan membeli 18 jet Rafale, termasuk enam brand baru dan 12 jet bekas yang pernah dipakai Angkatan Udara Prancis. Ini menunjukkan Yunani sebagai negara Eropa pertama yang membeli jet Rafale,” papar Iddon.
Iddon juga mengungkap bahwa Yunani telah mencapai kesepakatan USD305 juta dengan Prancis untuk upgrade armada jet tempur Dassault Mirage 2000-5 pada Desember 2019.
Lihat Juga :