Iran Balik Tuding Arab Saudi Pengacau di Timur Tengah
Jum'at, 25 September 2020 - 14:23 WIB
loading...
A
A
A
"Kejahatan semacam itu begitu brutal dan mengerikan sehingga Perserikatan Bangsa-Bangsa menempatkan negara ini di puncak daftar pembunuh anak global. Meskipun kemudian, karena alasan non-profesional yang jelas, namanya dicoret dari daftar itu," ujarnya.
Ravanchi kemudian menegaskan bahwa pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah membutuhkan dialog yang tulus dengan keterlibatan aktif dan konstruktif dari semua negara kawasan berdasarkan rasa saling menghormati, inklusivitas dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Ia lantas menyinggung bahwa Presiden Iran telah meluncurkan apa yang disebut sebagai Upaya Perdamaian Hormuz pada Sidang Umum PBB tahun lalu yang menurutnya mendapat reaksi positif dari sejumlah negara kawasan.
"Saya menggarisbawahi bahwa mengandalkan pasukan asing yang kepentingan utamanya menjual lebih banyak senjata mematikan ke wilayah ini belum menghasilkan keamanan bagi wilayah tersebut," ujarnya.
"Sebaliknya, negara-negara kawasan harus menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan mengandalkan kemampuan mereka sendiri untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan. Dalam konteks ini, Kerajaan Arab Saudi dipanggil untuk menerima seruan semacam itu untuk dialog di antara semua Negara pesisir Teluk Persia," tukasnya.
Ravanchi kemudian menegaskan bahwa pemulihan perdamaian dan keamanan di Timur Tengah membutuhkan dialog yang tulus dengan keterlibatan aktif dan konstruktif dari semua negara kawasan berdasarkan rasa saling menghormati, inklusivitas dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Ia lantas menyinggung bahwa Presiden Iran telah meluncurkan apa yang disebut sebagai Upaya Perdamaian Hormuz pada Sidang Umum PBB tahun lalu yang menurutnya mendapat reaksi positif dari sejumlah negara kawasan.
"Saya menggarisbawahi bahwa mengandalkan pasukan asing yang kepentingan utamanya menjual lebih banyak senjata mematikan ke wilayah ini belum menghasilkan keamanan bagi wilayah tersebut," ujarnya.
"Sebaliknya, negara-negara kawasan harus menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog dan mengandalkan kemampuan mereka sendiri untuk mempromosikan perdamaian dan keamanan di kawasan. Dalam konteks ini, Kerajaan Arab Saudi dipanggil untuk menerima seruan semacam itu untuk dialog di antara semua Negara pesisir Teluk Persia," tukasnya.
(ber)
Lihat Juga :