Trump Tolak Transisi Kekuasaan Berjalan Mulus

Jum'at, 25 September 2020 - 10:35 WIB
loading...
A A A
Trump menegaskan dirinya berkomitmen menolak transisi kekuasaan dengan damai jika kalah pada pemilu 3 November mendatang. Dia mengaku pertarungan pemilu akan dibawa ke Mahkamah Agung. “Kita akan melihat apa yang akan terjadi,” kata Trump dilansir Reuters. Dia berulang kali meragukan legitimasi pemilu. “Tempat pemungutan suara adalah sebuah bencana,” katanya.

Alasan Trump untuk segera menunjuk pengganti hakim liberal Ruth Bader Ginsburg yang meninggal beberapa hari lalu, juga terkait dengan pemilu. “Sangat penting kalau kita memiliki sembilan hakim,” katanya. Konfirmasi Senat sebelum pemilu akan mencuri kesempatan kelompok konservatif 6 berbanding 3 di Mahkamah Agung.

Partai Demokrat memang mendorong para pemilih untuk menggunakan surat dalam memberikan pilihan selama pandemi korona. Jutaan rakyat AS, sebagian besar militer, memang biasanya memberikan suara melalui surat karena berbagai kendala.

Joe Biden, rival utama Trump, mengatakan komentar Trump tentang transisi kekuasaan merupakan hal yang tidak masuk akal. “Komentar Trump irasional,” katanya. Dia juga menyatakan, kampanye Trump dinilai dipenuhi dengan sikap dan pernyataan ketidakjujuran. (Lihat videonya: Warga Wuhan Mulai Beraktivitas Normal Kembali)

Bulan lalu, Hillary Clinton menyarankan Biden untuk mengalah dengan segala kondisi dalam pertarungan yang sengit. Dia mengungkapkan, Partai Republik akan memobilisasi pengacara untuk melawan hasil pemilu.

Jajak pendapat yang dilaksanakan Opinium menunjukkan tiga dari empat pemilih Demokrat juga khawatir Trump akan menolak hasil pemilu jika dia kalah. Itu akan memicu krisis konstitusional. Sedangkan tiga dari lima pemilih Trump khawatir kalau pemilu akan dicurangi. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Akrobat...
Piala Dunia 2026: Akrobat 4 Gol Warnai Hasil Imbang Inggris vs Kroasia di Babak Pertama
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Berita Terkini
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved