Taiwan Perlihatkan Rudal Jelajah '10.000 Pedang' yang Mampu Hantam China

Jum'at, 25 September 2020 - 00:00 WIB
loading...
A A A
Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, dukungan AS untuk Taiwan telah membengkak, bersamaan dengan meningkatnya permusuhan antara Washington dan Beijing di sejumlah bidang. Dua dari kesepakatan senjata terbesar AS dengan Taiwan telah ditandatangani atau diusulkan dalam dua tahun terakhir, yakni pembelian pesawat tempur F-16V “Viper” canggih senilai USD8 miliar dan penjualan senjata senilai USD7 miliar yang sekarang sedang dibahas oleh Kongres Amerika. (Baca: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )

Senjata-senjata yang hendak dijual AS kepada Taiwan itu termasuk rudal serang jarak jauh AGM-84H/K SLAM-ER, yang merupakan versi modifikasi dari Harpoon, dan drone pengintai dan tempur MQ-8B Reaper.

Patroli udara dan laut oleh militer China di sekitar pulau itu juga meningkat. Selama akhir pekan, total 37 pesawat Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melintasi garis median di Selat Taiwan, yang oleh Taipei digambarkan sebagai batas wilayah
udaranya.

Insiden itu terjadi selama kunjungan pejabat tinggi AS, Keith Krach, yang telah membuat marah Beijing. Setelah insiden tersebut, Kementerian Pertahanan Nasional Taiwan mengatakan memiliki hak untuk "membela diri dan melakukan serangan balik", meskipun pesawat China tidak melanggar integritas teritorial Taiwan. (Baca juga: China Sudah Ungguli AS dalam Jumlah AL, Rudal Darat dan Sistem Rudal Udara )

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin sama sekali menolak keluhan Taipei."Taiwan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari wilayah China. Apa yang disebut garis tengah Selat tidak ada," katanya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
Jakarta Pro Cycling...
Jakarta Pro Cycling Team Raih 5 Medali di Kejurnas Road 2026, Aligya Keiko Bersinar dengan Emas
Tim Hotman 911 Laporkan...
Tim Hotman 911 Laporkan Oknum Aparat yang Siksa Perempuan ke Bareskrim
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved