WHO: AS Tak Beri Bukti COVID-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan
Selasa, 05 Mei 2020 - 09:56 WIB
loading...
Michael J. Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO berbicara selama konferensi pers mengenai situasi COVID-19 di kantor PBB di Jenewa, Swiss, Senin (4/5/2020). Foto/REUTERS / Denis Balibouse
A
A
A
JENEWA - WHO mengatakan Washington tidak memberikan bukti yang mendukung klaim spekulatif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa virus corona baru (COVID-19) berasal dari laboratorium di Wuhan, China.
"Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus, jadi dari sudut pandang kami, ini tetap spekulatif," kata Direktur Kedaruratan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) Michael Ryan dalam pengarahan singkat di Jenewa, Senin.
Para ilmuwan meyakini virus yang muncul di China pada Desember 2019 itu bertransmisi dari hewan ke manusia, dan kemungkinan berasal dari pasar di Wuhan yang menjual hewan eksotik untuk daging yang dikonsumsi manusia.
Namun Presiden Trump, yang semakin kritis terhadap pananganan pertama wabah COVID-19 oleh China, mengklaim memiliki bukti bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.
Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo pada hari Minggu mengatakan ada "bukti besar" yang mendukung klaim itu. China menolak keras klaim tersebut.
"Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus, jadi dari sudut pandang kami, ini tetap spekulatif," kata Direktur Kedaruratan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) Michael Ryan dalam pengarahan singkat di Jenewa, Senin.
Para ilmuwan meyakini virus yang muncul di China pada Desember 2019 itu bertransmisi dari hewan ke manusia, dan kemungkinan berasal dari pasar di Wuhan yang menjual hewan eksotik untuk daging yang dikonsumsi manusia.
Namun Presiden Trump, yang semakin kritis terhadap pananganan pertama wabah COVID-19 oleh China, mengklaim memiliki bukti bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.
Menteri Luar Negeri AS Michael Richard Pompeo pada hari Minggu mengatakan ada "bukti besar" yang mendukung klaim itu. China menolak keras klaim tersebut.
Lihat Juga :