Macron: Eropa Tidak Akan Berkompromi Soal Sanksi AS Terhadap Iran
Rabu, 23 September 2020 - 21:55 WIB
loading...
Presiden Prancis, Emanuel Macron dalam Sidang Majelis Umum PBB mengatakan bahwa Eropa tidak akan berkompromi dengan Amerika Serikat (AS) terkait sanksi Iran. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis , Emanuel Macron dalam Sidang Majelis Umum PBB mengatakan bahwa Eropa tidak akan berkompromi dengan Amerika Serikat (AS) terkait sanksi Iran . Ini merupakan respon atas keinginan AS untuk menghidupkan kembali sanksi PBB terhadap Iran.
"Kami tidak akan berkompromi pada pengaktifan mekanisme yang AS tidak dalam posisi untuk mengaktifkannya sendiri setelah meninggalkan perjanjian," kata Macron dalam pidatonya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (23/9/2020). ( Baca juga: Macron pada Rusia: Beri Kami Jawaban atau Hadapi Akibat)
Macron mengatakan, ini akan merusak persatuan Dewan Keamanan (DK) PBB dan integritas keputusannya, dan itu akan berjalan risiko semakin memperburuk ketegangan di kawasan itu. Dia lalu mengatakan bahwa tekanan maksimum AS terhadap Iran tidak berhasil.
"Strategi tekanan maksimum, yang telah berlangsung selama beberapa tahun, pada tahap ini belum memungkinkan untuk mengakhiri kegiatan destabilisasi Iran atau untuk memastikan bahwa Iran tidak akan dapat memperoleh senjata nuklir," ungkapnya.
"Inilah mengapa Prancis, bersama dengan mitra Jerman dan Inggrisnya, akan mempertahankan tuntutannya untuk implementasi penuh Perjanjian Wina 2015 dan tidak akan menerima pelanggaran yang dilakukan oleh Iran," tukasnya. ( Baca juga: Pesawat Hidrogen Siap Terbang )
"Kami tidak akan berkompromi pada pengaktifan mekanisme yang AS tidak dalam posisi untuk mengaktifkannya sendiri setelah meninggalkan perjanjian," kata Macron dalam pidatonya, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (23/9/2020). ( Baca juga: Macron pada Rusia: Beri Kami Jawaban atau Hadapi Akibat)
Macron mengatakan, ini akan merusak persatuan Dewan Keamanan (DK) PBB dan integritas keputusannya, dan itu akan berjalan risiko semakin memperburuk ketegangan di kawasan itu. Dia lalu mengatakan bahwa tekanan maksimum AS terhadap Iran tidak berhasil.
"Strategi tekanan maksimum, yang telah berlangsung selama beberapa tahun, pada tahap ini belum memungkinkan untuk mengakhiri kegiatan destabilisasi Iran atau untuk memastikan bahwa Iran tidak akan dapat memperoleh senjata nuklir," ungkapnya.
"Inilah mengapa Prancis, bersama dengan mitra Jerman dan Inggrisnya, akan mempertahankan tuntutannya untuk implementasi penuh Perjanjian Wina 2015 dan tidak akan menerima pelanggaran yang dilakukan oleh Iran," tukasnya. ( Baca juga: Pesawat Hidrogen Siap Terbang )
(esn)
Lihat Juga :