Beijing: Tuduhan Perwira Polisi New York Agen Mata-mata China Murni Palsu
Rabu, 23 September 2020 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Tidak ada tuduhan bahwa Angwang membahayakan keamanan nasional atau operasi Departemen Kepolisian New York (NYPD). "Tetap saja, dia dianggap sebagai definisi ancaman orang dalam," kata William Sweeney, kepala kantor FBI di New York, dalam sebuah pernyataan.
Tuduhan terhadap Angwang termasuk bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Jaksa Agung, membuat pernyataan palsu tentang kontaknya, menghalangi proses resmi, dan penipuan.
Pasukan yang dikirim oleh rezim komunis yang berkuasa di China menduduki Tibet pada tahun 1950 dan Beijing mengklaim wilayah Himalaya telah menjadi wilayah China selama berabad-abad. Banyak orang Tibet mengatakan bahwa mereka secara efektif merdeka untuk sebagian besar waktu itu dan menuduh China berusaha menghapus budaya dan bahasa Buddha Tibet yang unik sambil mengeksploitasi sumber daya alamnya dan mendorong orang China untuk pindah ke sana dari bagian lain negara itu.
Dokumen pengadilan mengatakan tugas Angwang sebagai mata-mata untuk China adalah untuk menemukan sumber intelijen potensial dan mengidentifikasi potensi ancaman terhadap Republik Rakyat China di wilayah metropolitan New York. "Dia juga diharapkan memberi pejabat konsulat akses ke pejabat senior NYPD melalui undangan ke acara resmi NYPD," bunyi dokumen tersebut. (Baca juga: Tentara Ke-4 China yang Dikejar FBI Lari ke Konsulat Beijing di San Francisco )
Sebuah kelompok advokasi, Kampanye Internasional untuk Tibet, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penangkapan tersebut menunjukkan bahwa Partai Komunis China terlibat dalam operasi jahat untuk menekan perbedaan pendapat."Tidak hanya di Tibet...tetapi di tempat manapun di dunia di mana orang Tibet bebas untuk mengekspresikan diri mereka sendiri," kata kelompok tersebut.
Tuduhan terhadap Angwang termasuk bertindak sebagai agen pemerintah asing tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Jaksa Agung, membuat pernyataan palsu tentang kontaknya, menghalangi proses resmi, dan penipuan.
Pasukan yang dikirim oleh rezim komunis yang berkuasa di China menduduki Tibet pada tahun 1950 dan Beijing mengklaim wilayah Himalaya telah menjadi wilayah China selama berabad-abad. Banyak orang Tibet mengatakan bahwa mereka secara efektif merdeka untuk sebagian besar waktu itu dan menuduh China berusaha menghapus budaya dan bahasa Buddha Tibet yang unik sambil mengeksploitasi sumber daya alamnya dan mendorong orang China untuk pindah ke sana dari bagian lain negara itu.
Dokumen pengadilan mengatakan tugas Angwang sebagai mata-mata untuk China adalah untuk menemukan sumber intelijen potensial dan mengidentifikasi potensi ancaman terhadap Republik Rakyat China di wilayah metropolitan New York. "Dia juga diharapkan memberi pejabat konsulat akses ke pejabat senior NYPD melalui undangan ke acara resmi NYPD," bunyi dokumen tersebut. (Baca juga: Tentara Ke-4 China yang Dikejar FBI Lari ke Konsulat Beijing di San Francisco )
Sebuah kelompok advokasi, Kampanye Internasional untuk Tibet, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penangkapan tersebut menunjukkan bahwa Partai Komunis China terlibat dalam operasi jahat untuk menekan perbedaan pendapat."Tidak hanya di Tibet...tetapi di tempat manapun di dunia di mana orang Tibet bebas untuk mengekspresikan diri mereka sendiri," kata kelompok tersebut.
Lihat Juga :