Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu

Senin, 27 Juli 2026 - 17:35 WIB
loading...
A A A
Iran mengatakan bahwa salah satu kapal yang menjadi sasaran adalah kapal dagang Iran dan bahwa seorang pelaut tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan itu.

Pada hari Sabtu, sebagai tanggapan atas serangan Ukraina, Teheran memanggil kuasa usaha sementara negara itu di Teheran ke kementerian luar negeri untuk menyampaikan protes resmi atas serangan tersebut.

IRNA melaporkan bahwa selama pertemuan ini Iran menekankan bahwa "Republik Islam akan dengan tegas membela keamanan dan kepentingan nasionalnya dan tidak akan membiarkan serangan terhadap nyawa dan harta benda warganya tanpa balasan".

Sementara itu, ketika Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan kembali hak Teheran untuk membalas, beberapa pengguna media sosial Iran menyerukan pembalasan menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan milik negara tersebut.

Dalam komentar tidak resmi yang diposting secara online, beberapa pengguna mengkritik apa yang mereka sebut sebagai "diplomasi lemah" Kementerian Luar Negeri. Salah satu komentar yang banyak dibagikan berbunyi: "Selama diplomasi lemah ini tetap ada di pemerintahan, setiap rubah akan menganggap dirinya sebagai singa melawan kita."

Pengguna lain menyoroti jangkauan dan kemampuan persenjataan rudal Iran, dengan alasan bahwa Teheran harus menunjukkan kemampuan pencegahannya.

Dalam konteks yang sama, mantan anggota parlemen Iran, Nezameddin Mousavi, bereaksi terhadap apa yang ia sebut sebagai serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

Mousavi mengatakan: "Tanggapan terhadap pertunjukan kembang api di Laut Kaspia ini harus disampaikan di Laut Hitam." Ia menambahkan bahwa tindakan Ukraina yang diduga tersebut seharusnya mendorong Iran untuk mempertimbangkan kembali batasan jangkauan rudal balistiknya yang ditetapkan sendiri sejauh 2.000 kilometer.

Namun, Ukraina memberikan penjelasan yang berbeda tentang insiden tersebut. Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgen Korniychuk, mengklaim bahwa kapal yang menjadi sasaran Ukraina di Laut Kaspia pada hari Sabtu membawa komponen untuk drone dan rudal yang sedang diangkut ke Iran.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan N12 Israel pada hari Minggu, Korniychuk menolak klaim Iran bahwa kapal tersebut membawa kargo sipil, dengan mengatakan bahwa Ukraina menganggap pengiriman tersebut sebagai sasaran militer yang sah.

Ia menambahkan bahwa ini bukan pertama kalinya Ukraina menargetkan apa yang ia sebut sebagai pasokan militer yang terkait dengan Iran, dan mengatakan Kyiv memperkirakan operasi serupa akan berlanjut di masa mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Jenderal Iran: Negara-negara...
Jenderal Iran: Negara-negara di Seluruh Dunia yang Bantu AS Akan Jadi Target Sah
Negara NATO Tembak Jatuh...
Negara NATO Tembak Jatuh Drone dengan Jet Tempur F-16, Protes Keras Rusia
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Laporan Media: AS Rencanakan...
Laporan Media: AS Rencanakan Operasi Militer "Tercanggih" untuk Curi Stok Uranium Iran
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Kuasa Hukum Ruben Onsu...
Kuasa Hukum Ruben Onsu Tantang Sarwendah Tunjukkan Surat Lelang Rumah
Dari Tulang Punggung...
Dari Tulang Punggung Keluarga, Kreator Konten King Chima Sukses Bawa Pulang Sabuk Internasional
Ancaman Radikalisme...
Ancaman Radikalisme Digital Meningkat, Pemda Diminta Jadi Garda Terdepan
Berita Terkini
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved