Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Minggu, 26 Juli 2026 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menandatangani pakta pertahanan bersama pada Juni 2024, memasok pasukan, senjata, dan amunisi dalam beberapa bulan berikutnya sebagai imbalan atas apa yang digambarkan oleh pejabat AS sebagai “bahan-bahan, teknologi canggih, dan keahlian teknis Rusia.”
Moskow juga diyakini telah mengirimkan spesialis militer untuk melatih militer Korea Utara tidak hanya tentang cara menggunakan drone tempur dan sistem pertahanan udara, tetapi juga untuk membantu mendirikan produksi varian Rusia dari drone serang Shahed/Geran yang dikembangkan Iran di Korea Utara, menurut pejabat Ukraina.
Menurut kepala militer AS di Korea Selatan, Jenderal Angkatan Darat AS Xavier Brunson, mengatakan langkah-langkah tersebut telah memicu perubahan pada perhitungan ancaman Amerika Serikat dan sekutunya di Semenanjung Korea secara mendasar karena Korea Utara menyusun strategi baru berdasarkan apa yang telah dipelajarinya selama perang Ukraina.
Jauh dari sekadar penggunaan drone di medan perang, kata Brunson, pelajaran paling penting yang diambil Pyongyang dari konflik tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pengalaman medan perangnya, kemampuannya yang muncul untuk memproyeksikan kekuatan ke luar negeri, dan siklus pengembangan senjatanya yang semakin cepat.
Moskow juga diyakini telah mengirimkan spesialis militer untuk melatih militer Korea Utara tidak hanya tentang cara menggunakan drone tempur dan sistem pertahanan udara, tetapi juga untuk membantu mendirikan produksi varian Rusia dari drone serang Shahed/Geran yang dikembangkan Iran di Korea Utara, menurut pejabat Ukraina.
Menurut kepala militer AS di Korea Selatan, Jenderal Angkatan Darat AS Xavier Brunson, mengatakan langkah-langkah tersebut telah memicu perubahan pada perhitungan ancaman Amerika Serikat dan sekutunya di Semenanjung Korea secara mendasar karena Korea Utara menyusun strategi baru berdasarkan apa yang telah dipelajarinya selama perang Ukraina.
Jauh dari sekadar penggunaan drone di medan perang, kata Brunson, pelajaran paling penting yang diambil Pyongyang dari konflik tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pengalaman medan perangnya, kemampuannya yang muncul untuk memproyeksikan kekuatan ke luar negeri, dan siklus pengembangan senjatanya yang semakin cepat.
(mas)
Lihat Juga :