Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:38 WIB
loading...
Zelensky: Rusia Minta...
Presiden Ukraina Volodymyr klaim Rusia minta tambahan 30.000 tentara Korea Utara untuk membantu perang Moskow melawan Kyiv. Foto/KCNA
A A A
KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim Rusia telah meminta tambahan 30.000 tentara Korea Utara (Korut) untuk membantu perang Moskow melawan Kyiv. Jika klaim tersebut terkonfirmasi, itu akan menandai perluasan peran Pyongyang dalam perang tersebut.

Korea Utara diperkirakan telah mengirim sekitar 20.000 pasukan tempur dan insinyur militer ke wilayah Kursk, Rusia, pada tahun 2024 untuk memukul mundur serangan pasukan Ukraina, dengan perkiraan 14.000 saat ini ditempatkan di garis depan.

Baca Juga: Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran

“Rusia ingin menerima 30.000 pasukan lagi dari Korea Utara. Sejak Juni, persiapan telah dilakukan di wilayah Voronezh Rusia untuk menerima mereka,” kata Zelensky dalam pidato Sabtu malam tanpa memberikan sumber informasi yang dia kutip.

Pemimpin Ukraina itu mengatakan Korea Utara juga bersiap untuk mentransfer peluncur rudal balistik tambahan ke Rusia.

“Ini bukan hanya ancaman bagi Ukraina,” tambah Zelensky. “Rusia membantu Korea Utara mempelajari cara berperang, meningkatkan persenjataannya, dan mendapatkan pengalaman tempur nyata dalam menggunakannya," ujarnya, yang dilansir The Japan Times, Minggu (26/7/2026).

Berjanji untuk melawan langkah-langkah tersebut, Zelensky mengatakan; “Semua ini merupakan ancaman bagi semua orang di Asia yang berada dalam jangkauan rudal Korea Utara.”

Klaim Zelensky disampaikan setelah kunjungan empat hari diplomat utama Korea Utara ke Moskow awal bulan ini. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui bertemu dengan Presiden Vladimir Putin dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang menimbulkan spekulasi bahwa masalah tersebut mungkin telah dibahas.

Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menandatangani pakta pertahanan bersama pada Juni 2024, memasok pasukan, senjata, dan amunisi dalam beberapa bulan berikutnya sebagai imbalan atas apa yang digambarkan oleh pejabat AS sebagai “bahan-bahan, teknologi canggih, dan keahlian teknis Rusia.”

Moskow juga diyakini telah mengirimkan spesialis militer untuk melatih militer Korea Utara tidak hanya tentang cara menggunakan drone tempur dan sistem pertahanan udara, tetapi juga untuk membantu mendirikan produksi varian Rusia dari drone serang Shahed/Geran yang dikembangkan Iran di Korea Utara, menurut pejabat Ukraina.

Menurut kepala militer AS di Korea Selatan, Jenderal Angkatan Darat AS Xavier Brunson, mengatakan langkah-langkah tersebut telah memicu perubahan pada perhitungan ancaman Amerika Serikat dan sekutunya di Semenanjung Korea secara mendasar karena Korea Utara menyusun strategi baru berdasarkan apa yang telah dipelajarinya selama perang Ukraina.

Jauh dari sekadar penggunaan drone di medan perang, kata Brunson, pelajaran paling penting yang diambil Pyongyang dari konflik tersebut dapat dilihat dari meningkatnya pengalaman medan perangnya, kemampuannya yang muncul untuk memproyeksikan kekuatan ke luar negeri, dan siklus pengembangan senjatanya yang semakin cepat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Perceraian Abad Ini,...
Perceraian Abad Ini, Taipan Korsel Bayar Harta Gana-Gini Rp11,5 Triliun ke Mantan Istri
Rekomendasi
Yamaha Kenalkan Motor...
Yamaha Kenalkan Motor Listrik Penantang Honda e-CUV
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved