AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Minggu, 26 Juli 2026 - 07:01 WIB
loading...
A
A
A
“Turki belum memenuhi syarat-syarat ini,” imbuhnya, sambil tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa Ankara dapat memenuhinya di kemudian hari.
Untuk mengatasi kekhawatiran AS, Turki telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang pelepasan sistem S-400 Rusia.
Namun, surat itu menunjukkan bahwa transfer sistem pertahanan tersebut belum terjadi.
Surat itu tampaknya merupakan contoh lain dari komentar publik Trump yang tidak sejalan dengan kebijakan yang diusulkan oleh lembaga-lembaga di dalam pemerintahannya sendiri.
Selama minggu lalu, Menteri Energi AS Chris Wright menandatangani kesepakatan untuk membangun program nuklir sipil dengan Arab Saudi, hanya untuk kemudian Trump menyatakan keesokan harinya bahwa perjanjian yang sudah ditandatangani itu sebenarnya dikondisikan pada bergabungnya Riyadh ke dalam Kesepakatan Abraham dan normalisasi hubungan dengan Israel.
Dalam suratnya kepada Bell, Departemen Luar Negeri AS selanjutnya menyatakan keprihatinan atas hubungan Turki dengan Hamas, sambil mengakui bahwa hubungan tersebut terbukti penting dalam membujuk kelompok perlawanan Palestina itu untuk menerima kesepakatan gencatan senjata Gaza yang ditengahi oleh pemerintahan Trump tahun lalu.
Departemen Luar Negeri juga memuji Turki karena menjadi anggota pendiri Board of Peace (BoP) Trump, yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan Gaza pascaperang.
Untuk mengatasi kekhawatiran AS, Turki telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang pelepasan sistem S-400 Rusia.
Namun, surat itu menunjukkan bahwa transfer sistem pertahanan tersebut belum terjadi.
Surat itu tampaknya merupakan contoh lain dari komentar publik Trump yang tidak sejalan dengan kebijakan yang diusulkan oleh lembaga-lembaga di dalam pemerintahannya sendiri.
Selama minggu lalu, Menteri Energi AS Chris Wright menandatangani kesepakatan untuk membangun program nuklir sipil dengan Arab Saudi, hanya untuk kemudian Trump menyatakan keesokan harinya bahwa perjanjian yang sudah ditandatangani itu sebenarnya dikondisikan pada bergabungnya Riyadh ke dalam Kesepakatan Abraham dan normalisasi hubungan dengan Israel.
Dalam suratnya kepada Bell, Departemen Luar Negeri AS selanjutnya menyatakan keprihatinan atas hubungan Turki dengan Hamas, sambil mengakui bahwa hubungan tersebut terbukti penting dalam membujuk kelompok perlawanan Palestina itu untuk menerima kesepakatan gencatan senjata Gaza yang ditengahi oleh pemerintahan Trump tahun lalu.
Departemen Luar Negeri juga memuji Turki karena menjadi anggota pendiri Board of Peace (BoP) Trump, yang bertanggung jawab untuk mengawasi pengelolaan Gaza pascaperang.
Lihat Juga :