Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Kamis, 23 Juli 2026 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Anwar mengatakan Malaysia akan terus bersuara meskipun beberapa negara telah bersikap selektif, sepenuhnya bungkam, dan diam terhadap kekejaman Israel.
“Malaysia adalah negara merdeka dan kami menjalankan hak-hak kami dan bangga mengatakan bahwa warga Malaysia menghormati martabat pria dan wanita dan menghargai semangat kemanusiaan," paparnya.
"Kami akan terus melanjutkan kebijakan ini dan kami tidak akan mengizinkan warga negara Israel untuk menginjakkan kaki di Malaysia,” imbuh dia.
Ditanya tentang pernyataan para anggota parlemen AS bahwa tindakan juga harus diambil terhadap Malaysia karena mempertahankan hubungan dengan Hamas, Anwar mengatakan dia telah membahas hal ini selama pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.
“Selama pertemuan kami, saya mengatakan kepadanya bahwa saya memang bertemu dengan pemimpin Hamas untuk menyampaikan simpati kepada keluarga mereka, yang baru saja menderita akibat pengeboman dan pembunuhan istri, anak-anak, dan keluarga mereka," paparnya, mengacu pada invasi brutal Israel.
“Jadi, ini bukan hal yang aneh,” imbuh Anwar.
Anwar mengatakan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak memengaruhi hubungan Malaysia dengan AS karena Malaysia masih menyambut warga negara AS serta bisnis dan investasi perdagangan.
“Kami menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat seperti halnya dengan negara-negara lain, tetapi tidak mungkin bagi kami untuk menjadi begitu lemah hati sehingga kami tidak berani mengutuk tindakan berlebihan dalam hal pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah, termasuk mereka yang berada di Palestina dan Gaza,” tegasnya.
“Malaysia adalah negara merdeka dan kami menjalankan hak-hak kami dan bangga mengatakan bahwa warga Malaysia menghormati martabat pria dan wanita dan menghargai semangat kemanusiaan," paparnya.
"Kami akan terus melanjutkan kebijakan ini dan kami tidak akan mengizinkan warga negara Israel untuk menginjakkan kaki di Malaysia,” imbuh dia.
Ditanya tentang pernyataan para anggota parlemen AS bahwa tindakan juga harus diambil terhadap Malaysia karena mempertahankan hubungan dengan Hamas, Anwar mengatakan dia telah membahas hal ini selama pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.
“Selama pertemuan kami, saya mengatakan kepadanya bahwa saya memang bertemu dengan pemimpin Hamas untuk menyampaikan simpati kepada keluarga mereka, yang baru saja menderita akibat pengeboman dan pembunuhan istri, anak-anak, dan keluarga mereka," paparnya, mengacu pada invasi brutal Israel.
“Jadi, ini bukan hal yang aneh,” imbuh Anwar.
Anwar mengatakan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak memengaruhi hubungan Malaysia dengan AS karena Malaysia masih menyambut warga negara AS serta bisnis dan investasi perdagangan.
“Kami menjaga hubungan baik dengan Amerika Serikat seperti halnya dengan negara-negara lain, tetapi tidak mungkin bagi kami untuk menjadi begitu lemah hati sehingga kami tidak berani mengutuk tindakan berlebihan dalam hal pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah, termasuk mereka yang berada di Palestina dan Gaza,” tegasnya.
(mas)
Lihat Juga :