Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:42 WIB
loading...
A
A
A
"Pengadilan telah memulihkan, hari ini, Rabu, 22 Juli 2026, total 1.143.847.719 dinar Irak terkait dengan kejahatan penipuan keuangan," imbuh dia.
Dia melanjutkan, pencapaian ini merupakan hasil upaya Pengadilan Investigasi Karkh Kedua, dan upaya terus dilakukan untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang tersisa yang telah menggunakan cara ilegal untuk memperoleh keuntungan besar, sehingga merugikan dana publik.
Menurutnya, penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kasus dugaan korupsi al-Jumaili terus berlanjut sebagai bagian dari prosedur untuk melacak hasil kejahatan dan pihak-pihak yang terlibat.
Operasi anti-korupsi besar-besaran di Irak merupakan gebrakan Perdana Menteri (PM) baru Ali al-Zaidi. Al-Zaidi sejatinya adalah seorang pengusaha yang minim pengalaman politik. Namun, dia dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April.
Salah satu tugas utama al-Zaidi adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
Dia melanjutkan, pencapaian ini merupakan hasil upaya Pengadilan Investigasi Karkh Kedua, dan upaya terus dilakukan untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan yang tersisa yang telah menggunakan cara ilegal untuk memperoleh keuntungan besar, sehingga merugikan dana publik.
Menurutnya, penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap kasus dugaan korupsi al-Jumaili terus berlanjut sebagai bagian dari prosedur untuk melacak hasil kejahatan dan pihak-pihak yang terlibat.
Operasi anti-korupsi besar-besaran di Irak merupakan gebrakan Perdana Menteri (PM) baru Ali al-Zaidi. Al-Zaidi sejatinya adalah seorang pengusaha yang minim pengalaman politik. Namun, dia dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April.
Salah satu tugas utama al-Zaidi adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
(mas)
Lihat Juga :