Pakar PBB dan Aktivis Serukan Penyelidikan Perang Narkoba di Filipina

Selasa, 22 September 2020 - 20:45 WIB
loading...
A A A
Kepala penasihat hukum presiden dan juru bicara kepresidenan Filipina tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters. Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan pada Juni lalu bahwa klaim yang terus diulangi tentang impunitas tidak berdasar.

Islandia, bekerja sama dengan Filipina, mengusulkan resolusi untuk dipertimbangkan di Dewan Hak Asasi Manusia minggu depan. Namun para aktivis mengatakan bahwa draf teks yang menyerukan kerja sama teknis itu lemah karena gagal membentuk mekanisme investigasi internasional.(Baca juga: Filipina Ampuni Satu Marinir AS Demi Akses Vaksin Covid-19 )"Filipina sangat ingin keluar dari agenda Dewan Hak Asasi Manusia dengan cara apa pun kecuali benar-benar memperbaiki situasi hak asasi manusia di lapangan," kata Laila Matar dari Human Rights Watch.

Sedangkan Rachel Chhoa-Howard, peneliti Amnesty International, mengatakan: "Meskipun perhatian internasional meningkat selama bertahun-tahun, pembunuhan terus berlanjut dan tampaknya jejak darah tidak akan berhenti."

"Amnesti dan lainnya yakin bahwa situasinya memenuhi ambang kejahatan terhadap kemanusiaan," katanya, mendesak ICC yang berbasis di Den Haag untuk menyelesaikan penyelidikannya tahun ini.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Sidang Pemakzulan Digelar,...
Sidang Pemakzulan Digelar, Nasib Wakil Presiden di Ujung Tanduk
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Gelombang Panas Dahsyat!...
Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan
Rekomendasi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Beberkan Bukti Penggeledahan...
Beberkan Bukti Penggeledahan tapi Belum Tetapkan Tersangka, Polda Metro Jaya: Masih Pendalaman
Keterlibatan TNI dalam...
Keterlibatan TNI dalam Penggeledahan Polri 8-10 Juli 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved