Filipina Ampuni Satu Marinir AS Demi Akses Vaksin Covid-19

Jum'at, 11 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
Filipina Ampuni Satu...
Marinir AS Kopral Muda Joseph Scott Pemberton (tengah) dikawal di Manila, Filipina, 1 Desember 2015. Foto/REUTERS
A A A
MANILA - Keputusan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk mengampuni seorang Marinir Amerika Serikat (AS) mungkin karena keinginan Duterte mendapat akses untuk vaksin virus corona yang dikembangkan perusahaan AS.

Marinir AS itu divonis membunuh seorang wanita transgender sekitar enam tahun lalu. “Keputusan Duterte tidak mengejutkan saya. Mengapa? Karena saya tahu dia lebih memilih kepentingan nasional tertinggi,” kata juru bicara Duterte, Harry Roque saat ditanya pertimbangan langkah Duterte itu.

Duterte awal pekan ini mengampuni Kopral Muda Joseph Scott Pemberton yang menjalani vonis enam hingga 10 tahun penjara karena membunuh Jennifer Laude dekat bekas pangkalan angkatan laut AS pada 2014.

Pengampunan yang diberikan Duterte itu dikecam oleh para aktivis yang menganggap langkah itu sebagai ejekan pada keadilan.

Rogue yang menjadi pengacara dalam penuntutan Pemberton itu mengaitkan pembunuhan Laude pada kematian kedaulatan Filipina . “Saya pikir ampunan ini, meski ini pendapat pribadi saya, untuk memastikan rakyat Filipina mendapat manfaat dari vaksin Covid-19 yang dikembangkan Amerika. Saya tidak melihat ada masalah dengan itu,” kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Salah Satu Negara NATO...
Salah Satu Negara NATO Sebut AS Sudah Menjadi Pelayan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved