2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:25 WIB
loading...
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
Anggota DPR Iran minta tentara AS untuk melarikan diri. Foto/X
A A A
TEHERAN - Seorang anggota senior parlemen Iran Ebrahim Azizi memperingatkan tentara Amerika untuk tidak membuang waktu untuk melarikan diri dari Timur Tengah karena Iran mengintensifkan serangan balasan terhadap target musuh di seluruh wilayah tersebut.

Ebrahim Azizi, yang memimpin Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen, mengeluarkan peringatan tersebut dalam sebuah unggahan X pada hari Minggu, sehari setelah Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat akan menderita "pelajaran yang tak terlupakan" jika terus menyerang Republik Islam.

“Jika pasukan AS benar-benar memahami apa yang dimaksud Pemimpin bijak kita dengan ‘pelajaran yang tak terlupakan,’ mereka tidak akan membuang waktu sedetik pun untuk melarikan diri,” katanya.

Selama delapan malam berturut-turut, militer AS telah melakukan gelombang serangan udara yang merusak terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan pengakhiran perang. Mereka telah melakukan kejahatan perang dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil dan membunuh puluhan orang.



Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika di seluruh wilayah tersebut.

Tentara Republik Islam Iran menargetkan dua pangkalan utama AS di Kuwait sebagai tanggapan atas serangan udara mematikan Amerika terhadap infrastruktur sipil, termasuk jembatan.

Amerika Serikat dan rezim Israel melancarkan perang agresi ilegal mereka terhadap Iran pada 28 Februari. Namun, empat puluh hari kemudian, pada 8 April, kedua pihak terpaksa menerima gencatan senjata di tengah perlawanan berani Iran, operasi pembalasan yang sukses, dan cengkeraman kuat di Selat Hormuz.

Pada 17 Juni, Teheran dan Washington menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dimediasi Pakistan, yang menyerukan penghentian permanen permusuhan di semua lini dan mencakup komitmen dari kedua belah pihak untuk mengadakan pembicaraan lebih lanjut tentang kesepakatan akhir dalam 60 hari ke depan.

Namun, Washington melanggar semua ketentuan dalam kesepahaman tersebut, yang mengakibatkan respons tegas dari Iran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Kebakaran Hanguskan...
Kebakaran Hanguskan Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat, Pemukim Yahudi Dievakuasi
Presiden Hungaria Sulyok...
Presiden Hungaria Sulyok Dilengserkan, Era Loyalis Viktor Orban Berakhir
Rekomendasi
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Cing Abdel Sudah Ikhlas...
Cing Abdel Sudah Ikhlas Lepas Temon, Kini Hanya Tersisa Kenangan Lucu
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved