Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
Minggu, 19 Juli 2026 - 20:40 WIB
loading...
Iran berperang melawan AS seperti negara adidaya modern. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Seorang penulis dan analis politik Israel Alon Mizrahi yang berbasis di Inggris menggambarkan serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, dengan mengatakan bahwa Washington menghadapi "tentara sungguhan" untuk pertama kalinya dan mengakui ketepatan militer dan efektivitas operasional Republik Islam.
"Tidak ada militer dalam sejarah yang pernah menyerang pasukan AS dengan efisiensi dan ketepatan seperti angkatan bersenjata Iran," tulisnya.
“Amerika bahkan tidak tahu apa artinya menghadapi militer yang sesungguhnya, dan mereka sedang dihancurkan,” katanya.
“Iran berperang seperti negara adidaya modern dengan semangat militer Islam asli yang suci,” katanya, menambahkan bahwa “mereka masih hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan mereka.”
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus Amerika Serikat di wilayah al-Tanf, Suriah, sebagai balasan atas serangan teroris Amerika terhadap asrama garnisun militer.
Pernyataan ini muncul di tengah pertukaran serangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat, dengan ketegangan yang tetap tinggi di seluruh wilayah tersebut.
Selama beberapa hari terakhir, militer AS telah melakukan gelombang serangan mematikan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika di beberapa negara sekutu AS di kawasan tersebut, menyatakan Selat Hormuz ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut" dan setidaknya sampai "berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut."
Amerika Serikat telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap wilayah Iran sejak 7 April, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam babak terbaru agresi Amerika-Israel yang menargetkan Republik Islam Iran.
Pelanggaran tersebut berlanjut bahkan setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu, yang klausul pertamanya dengan jelas mewajibkan penghentian agresi di semua lini.
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
1. Iran Melakukan Serangan dengan Efisien dan Tepat Sasaran
Dalam sebuah unggahan yang dipublikasikan di akun X-nya pada hari Sabtu, Alon Mizrahi mencatat bahwa tidak ada kekuatan militer dalam sejarah yang pernah melakukan serangan yang begitu tepat dan efektif terhadap pasukan Amerika."Tidak ada militer dalam sejarah yang pernah menyerang pasukan AS dengan efisiensi dan ketepatan seperti angkatan bersenjata Iran," tulisnya.
2. AS Tak Memiliki Pengalaman dalam Perang Berlarut
Mizrahi melanjutkan dengan mengatakan bahwa AS memiliki sedikit pengalaman menghadapi kekuatan militer konvensional yang mampu melakukan operasi berkelanjutan.“Amerika bahkan tidak tahu apa artinya menghadapi militer yang sesungguhnya, dan mereka sedang dihancurkan,” katanya.
3. Iran Mengombinasikan Kemampuan Militer dan Komitmen Ideologis
Analis tersebut juga memuji strategi militer Iran, menggambarkannya sebagai kombinasi kemampuan militer canggih dengan komitmen ideologis.“Iran berperang seperti negara adidaya modern dengan semangat militer Islam asli yang suci,” katanya, menambahkan bahwa “mereka masih hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan mereka.”
4. Perang Iran AS Jadi Pertempuran Paling Epik
Mizrahi lebih lanjut menggambarkan perang tersebut sebagai salah satu konfrontasi militer paling signifikan dalam sejarah modern, dengan mengatakan, “Kita menyaksikan pertempuran terbesar dan paling epik sejak Tentara Merah mengalahkan Nazi dalam Perang Dunia II.”Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melancarkan serangan mendadak terhadap Pusat Komando Operasi Khusus Amerika Serikat di wilayah al-Tanf, Suriah, sebagai balasan atas serangan teroris Amerika terhadap asrama garnisun militer.
Pernyataan ini muncul di tengah pertukaran serangan yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat, dengan ketegangan yang tetap tinggi di seluruh wilayah tersebut.
Selama beberapa hari terakhir, militer AS telah melakukan gelombang serangan mematikan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap target strategis Amerika di beberapa negara sekutu AS di kawasan tersebut, menyatakan Selat Hormuz ditutup "sampai pemberitahuan lebih lanjut" dan setidaknya sampai "berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut."
Amerika Serikat telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap wilayah Iran sejak 7 April, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak dalam babak terbaru agresi Amerika-Israel yang menargetkan Republik Islam Iran.
Pelanggaran tersebut berlanjut bahkan setelah Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu, yang klausul pertamanya dengan jelas mewajibkan penghentian agresi di semua lini.
(ahm)
Lihat Juga :