The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
Minggu, 19 Juli 2026 - 18:25 WIB
loading...
Kemampuan rudal Iran lebih unggul dibandingkan pertahanan udara AS. Foto/X
A
A
A
WASHINGTON - Para pejabat Amerika dilaporkan telah menyatakan kekhawatiran yang semakin meningkat atas kemampuan rudal Iran yang terus berkembang, dengan mengatakan bahwa Teheran telah mengadaptasi rudalnya untuk menembus sistem pertahanan udara AS dan melakukan serangan yang semakin tepat sasaran terhadap target-target sensitif.
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Sabtu, Iran telah menunjukkan kemampuan rudal yang semakin canggih selama gelombang serangan balasan terbarunya terhadap posisi militer AS di seluruh Asia Barat.
Mereka mengatakan Iran telah mengadaptasi taktiknya untuk mengatasi pertahanan udara Amerika dengan menggunakan rudal yang dapat mengubah lintasannya saat turun menuju targetnya.
Selama delapan malam berturut-turut, militer AS yang teroris telah melakukan gelombang serangan destruktif terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan pengakhiran perang.
Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat melanggar Nota Kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada 17 Juni dengan mencoba pergerakan angkatan laut tanpa izin melalui Selat Hormuz, dengan Angkatan Laut Iran mencegat kapal-kapal tersebut untuk menegakkan perjanjian.
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, setidaknya 50 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka dalam serangan minggu lalu.
Analis Israel Alon Mizrahi menggambarkan Iran sebagai negara yang berjuang seperti negara adidaya modern.
Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap posisi militer AS di seluruh wilayah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Iran menyerang target AS di Yordania pada hari Jumat, menewaskan dua anggota militer dan melukai beberapa lainnya. Satu anggota militer AS dilaporkan hilang dalam serangan tersebut.
Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada hari Sabtu, Iran telah menunjukkan kemampuan rudal yang semakin canggih selama gelombang serangan balasan terbarunya terhadap posisi militer AS di seluruh Asia Barat.
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
1. Rudal Iran Sulit Dicegat
Para pejabat AS mengatakan Teheran mengerahkan rudal yang mampu bergerak dengan kecepatan sangat tinggi sambil bermanuver selama fase terminalnya untuk mempersulit pencegatan. Itu analisis WSJ.Mereka mengatakan Iran telah mengadaptasi taktiknya untuk mengatasi pertahanan udara Amerika dengan menggunakan rudal yang dapat mengubah lintasannya saat turun menuju targetnya.
2. Rudal Iran Makin Akurat
Para pejabat juga menyampaikan kekhawatiran bahwa peningkatan akurasi penargetan Iran mungkin diuntungkan oleh bantuan eksternal, termasuk "potensi dukungan dari China atau Rusia."Selama delapan malam berturut-turut, militer AS yang teroris telah melakukan gelombang serangan destruktif terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade pelabuhan Iran yang secara terang-terangan melanggar kesepakatan pengakhiran perang.
3. Militer Iran Menyerang karena Diserang
Militer AS telah melakukan kejahatan perang dengan sengaja menargetkan fasilitas sipil, termasuk jembatan dan pabrik desalinasi, di beberapa provinsi Iran, termasuk Hormozgan, Bushehr, Sistan dan Baluchestan, dan Khuzestan.Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat melanggar Nota Kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada 17 Juni dengan mencoba pergerakan angkatan laut tanpa izin melalui Selat Hormuz, dengan Angkatan Laut Iran mencegat kapal-kapal tersebut untuk menegakkan perjanjian.
Menurut Kementerian Kesehatan Iran, setidaknya 50 orang, termasuk wanita dan anak-anak, tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka dalam serangan minggu lalu.
Analis Israel Alon Mizrahi menggambarkan Iran sebagai negara yang berjuang seperti negara adidaya modern.
Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap posisi militer AS di seluruh wilayah.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan pasukan Iran menyerang target AS di Yordania pada hari Jumat, menewaskan dua anggota militer dan melukai beberapa lainnya. Satu anggota militer AS dilaporkan hilang dalam serangan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :