4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:40 WIB
loading...
4 Alasan Rakyat AS Marah...
Rakyat AS marah besar atas kematian dua tentara dan kegagalan melawan Iran. Foto/X
A A A
Publik AS kemungkinan akan menganggap Presiden AS Donald Trump bertanggung jawab atas kematian tentara AS. David Des Roches, seorang profesor di Institut Thayer Marshall, mengungkapkan bagaimana Pentagon menentukan respons yang tepat ketika tentara AS terbunuh dalamperang Iran .

4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran

1. Suasana Politik Domestik Jadi Penentu

“Kedengarannya seperti alasan yang dibuat-buat, tetapi sebenarnya itu bergantung pada situasi,” kata Des Roches kepada Al Jazeera. “Situasinya bergantung pada sarana apa yang kita miliki, seberapa dekat kita pikir kita untuk menyelesaikan suatu masalah, apakah itu dapat ditangani melalui negosiasi dan, terus terang, bagaimana suasana politik domestik.”

Des Roches, mantan direktur urusan Semenanjung Arab Pentagon, mengatakan publik Amerika kemungkinan akan menganggap Trump bertanggung jawab atas pembunuhan dua tentara AS di Yordania oleh Iran.


2. Trump Tidak Meletakkan Dasar dan Alasan Perang Iran

“Karena Presiden Trump tidak benar-benar meletakkan dasar di dalam negeri atau membuat alasan untuk perang ini sebelum dimulai, saya pikir orang-orang akan menganggap Trump bertanggung jawab atas hal ini sama seperti Iran,” katanya.

“Para pendukung presiden tentu ingin melihat tindakan diambil terhadap Iran,” tambahnya, seraya mengatakan masih ada argumen militer untuk “membangun pencegahan agar hal ini tidak terjadi lagi”.

3. Dalih Meningkatkan Eskalasi

Mantan anggota Kongres AS Marjorie Taylor Greene dan mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent telah mengkritik perang Trump terhadap Iran, dengan Kent menyerukan penarikan pasukan Amerika dari Timur Tengah.

Greene menuduh pemerintahan Trump menggunakan kematian dua anggota militer Amerika di Yordania untuk membenarkan eskalasi lebih lanjut. Ia menanggapi Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang menggambarkan para prajurit tersebut sebagai “pahlawan” yang “pengorbanannya hanya memperkuat tekad kita”.

Dalam sebuah unggahan di X, Greene mengatakan para prajurit tersebut tidak dengan sukarela mengorbankan diri mereka sendiri tetapi telah terbunuh dalam perang yang dilancarkan “atas nama negara asing, Israel”.

“Maksudmu, kematian mereka justru memicu nafsu haus darahmu untuk perang yang tidak masuk akal,” tulisnya di X.

4. Perang Iran Telah Gagal

Secara terpisah, Kent berpendapat bahwa serangan udara AS gagal dan memperingatkan bahwa kampanye darat akan menyebabkan banyak korban jiwa di pihak Amerika dan semakin menggoyahkan stabilitas kawasan tersebut.

Ia mengatakan pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah “berbalik menjadi bumerang” dengan menyatukan rakyat Iran di belakang pemerintah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Kent menyerukan agar pasukan, pangkalan, dan angkatan laut AS ditarik dari kawasan tersebut, menggambarkannya sebagai beban. Ia mengatakan Washington seharusnya menawarkan keringanan sanksi sebagai imbalan atas jaminan perlindungan navigasi melalui Selat Hormuz.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
Presiden Pezeshkian:...
Presiden Pezeshkian: Iran Sedang Perang Skala Penuh dengan AS!
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan ‘Lu Punya Otak Gak?’ ke Wartawan
BTS Jadi Magnet di Final...
BTS Jadi Magnet di Final Piala Dunia 2026, Justin Bieber hingga Tom Cruise Datang Menyapa
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Infografis
3 Alasan Rusia Kini...
3 Alasan Rusia Kini Didukung AS untuk Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved