KBRI Moskow Jembatani Kerjasama Sektor Energi Antara RI dan Rusia
Selasa, 22 September 2020 - 14:19 WIB
loading...
Wakil Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, Azis Nurwahyudi mengatakan kedua negara memiliki potensi besar di sektor energi karena didukung oleh karakteristik konsumsi energi yang mirip. Foto/KBRI Moskow
A
A
A
MOSKOW - Wakil Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, Azis Nurwahyudi mengatakan kedua negara memiliki potensi besar di sektor energi karena didukung oleh karakteristik konsumsi energi yang mirip. Hal itu disampaikan Azis dalam webinar dengan tema “Memanfaatkan Potensi Kerja Sama Energi Indonesia- Rusia ”.
“Sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi yang besar tersebut dan guna mendukung kinerja diplomasi ekonomi, KBRI Moskow menyelenggarakan webinar energi antara pelaku usaha Indonesia dan Rusia," ucap Azis, dalam siaran pers KBRI Moskow yang diterima Sindonews pada Selasa (22/9/2020).
Sebanyak 85 peserta perwakilan dari pihak pemerintah, pelaku bisnis di sektor energi serta akademisi Indonesia dan Rusia berpartisipasi pada webinar tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 70 tahun hubungan Indonesia-Rusia.
Dalam sambutannya, Ngurah Swajaya, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong diversifikasi pasokan energi sebagai kunci ketahanan dan kemandirian energi nasional untuk menghadapi ancaman pandemi Covid-19 dan kemungkinan disrupsi lain di masa mendatang.
Ngurah mengatakan, pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil. “Penggunaan energi fosil yakni migas dan batubara mencakup 69% konsumsi energi di Indonesia, hal ini serupa dengan Rusia dimana 75% konsumsi energi berasal dari gas dan batubara," ucap Ngurah. ( Baca juga: RUU Cipta Kerja Instrumen untuk Tarik Investasi Berorientasi Ekspor )
Sementara itu, Wakil Presiden Business Russia, Nonna Kagramanyan mengatakan dia menyambut baik penyelenggaraan webinar ini dan mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi. “Rusia merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan” ujar Nonna.
Aditia Prasta, Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan “Indonesia saat ini memiliki target 23% energi baru dan terbarukan pada tahun 2025, sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)” sahutnya.
Di sisi lain, Toronata Tambun, pakar energi Indonesia menyatakan bahwa di masa yang akan datang Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan.
“Para pelaku usaha Rusia di bidang energi harus memandang ini sebagai opportunity untuk melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk energi baru dan terbarukan tetapi juga pengembangan energi fosil menggunakan clean technology,” ujarnya.
Maxim Zargonov, Direktur MKS Group sekaligus Presiden Asosiasi Pembangkit Tenaga Listrik Rusia memperkenalkan perusahaanya yang bergerak di sektor energi dan berpeluang untuk menjadi mitra bagi pengusaha-pengusaha sektor energi di Indonesia. MKS Group telah memiliki beberapa cabang diantaranya di Jerman, Kazakhstan dan Uni Emirat Arab.
Menanggapi para pembicara, Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA ) menyatakan pentingnya berinvestasi pada teknologi energi yang berbasis pemberdayaan masyarakat setempat. “Indonesia membutuhkan teknologi pembangkit energi micro-hydro dan micro-geo-thermal untuk dapat dijangkau oleh masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia” sahut Tri. ( Baca juga: Negara di Ambang Resesi, Elite Nasional Diminta Jangan Bikin Gaduh )
Merespon hal ini, Zargonov mengatakan bahwa pihaknya memiliki teknologi pembangkit listrik tersebut dan siap bekerja sama dengan Indonesia untuk pengembangan teknologi dimaksud.
Sebagai tindak lanjut, KBRI Moskow akan membentuk platform komunikasi yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis energi Rusia dan Indonesia untuk merealisasikan kerja sama di bidang energi tersebut.
“Sebagai upaya untuk memanfaatkan potensi yang besar tersebut dan guna mendukung kinerja diplomasi ekonomi, KBRI Moskow menyelenggarakan webinar energi antara pelaku usaha Indonesia dan Rusia," ucap Azis, dalam siaran pers KBRI Moskow yang diterima Sindonews pada Selasa (22/9/2020).
Sebanyak 85 peserta perwakilan dari pihak pemerintah, pelaku bisnis di sektor energi serta akademisi Indonesia dan Rusia berpartisipasi pada webinar tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan 70 tahun hubungan Indonesia-Rusia.
Dalam sambutannya, Ngurah Swajaya, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Indonesia menekankan perlunya kolaborasi untuk mendorong diversifikasi pasokan energi sebagai kunci ketahanan dan kemandirian energi nasional untuk menghadapi ancaman pandemi Covid-19 dan kemungkinan disrupsi lain di masa mendatang.
Ngurah mengatakan, pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil. “Penggunaan energi fosil yakni migas dan batubara mencakup 69% konsumsi energi di Indonesia, hal ini serupa dengan Rusia dimana 75% konsumsi energi berasal dari gas dan batubara," ucap Ngurah. ( Baca juga: RUU Cipta Kerja Instrumen untuk Tarik Investasi Berorientasi Ekspor )
Sementara itu, Wakil Presiden Business Russia, Nonna Kagramanyan mengatakan dia menyambut baik penyelenggaraan webinar ini dan mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi. “Rusia merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan” ujar Nonna.
Aditia Prasta, Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan “Indonesia saat ini memiliki target 23% energi baru dan terbarukan pada tahun 2025, sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)” sahutnya.
Di sisi lain, Toronata Tambun, pakar energi Indonesia menyatakan bahwa di masa yang akan datang Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan.
“Para pelaku usaha Rusia di bidang energi harus memandang ini sebagai opportunity untuk melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk energi baru dan terbarukan tetapi juga pengembangan energi fosil menggunakan clean technology,” ujarnya.
Maxim Zargonov, Direktur MKS Group sekaligus Presiden Asosiasi Pembangkit Tenaga Listrik Rusia memperkenalkan perusahaanya yang bergerak di sektor energi dan berpeluang untuk menjadi mitra bagi pengusaha-pengusaha sektor energi di Indonesia. MKS Group telah memiliki beberapa cabang diantaranya di Jerman, Kazakhstan dan Uni Emirat Arab.
Menanggapi para pembicara, Tri Mumpuni, Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA ) menyatakan pentingnya berinvestasi pada teknologi energi yang berbasis pemberdayaan masyarakat setempat. “Indonesia membutuhkan teknologi pembangkit energi micro-hydro dan micro-geo-thermal untuk dapat dijangkau oleh masyarakat di pulau-pulau terpencil di Indonesia” sahut Tri. ( Baca juga: Negara di Ambang Resesi, Elite Nasional Diminta Jangan Bikin Gaduh )
Merespon hal ini, Zargonov mengatakan bahwa pihaknya memiliki teknologi pembangkit listrik tersebut dan siap bekerja sama dengan Indonesia untuk pengembangan teknologi dimaksud.
Sebagai tindak lanjut, KBRI Moskow akan membentuk platform komunikasi yang dapat digunakan oleh pelaku bisnis energi Rusia dan Indonesia untuk merealisasikan kerja sama di bidang energi tersebut.
(esn)
Lihat Juga :