Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina

Senin, 06 Juli 2026 - 20:25 WIB
loading...
Israel Ingin Bangun...
Israel ingin bangun kekuatan militer di Gaza, Hamas tuding Zionis ingin pecah belah rakyat Palestina. Foto/X
A A A
GAZA - Gerakan perlawanan Palestina , Hamas, memperingatkan terhadap klaim Israel mengenai ekspansi militer kelompok tersebut yang cepat, menyebutnya sebagai "hasutan yang jelas" yang bertujuan untuk membenarkan serangan terus-menerus dan pelanggaran gencatan senjata setiap hari di Jalur Gaza.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Minggu, mendesak organisasi media untuk memverifikasi informasi yang diperoleh dari rezim Tel Aviv, memperingatkan terhadap wacana yang memprovokasi permusuhan terhadap faksi perlawanan Palestina dan penduduk sipil di Gaza.

Qassem menekankan bahwa Hamas, bersama dengan kelompok-kelompok perlawanan lainnya di Gaza, sepenuhnya berkomitmen pada perjanjian gencatan senjata, dan menyerukan kepada para mediator dan negara-negara pendukung untuk memastikan bahwa Israel mematuhi kewajibannya dan mengakhiri pelanggarannya.

Menurut laporan dari Channel 12 Israel, para pejabat Israel memperkirakan bahwa permusuhan di Gaza dapat dimulai kembali dalam dua bulan ke depan, mungkin sebelum pemilihan legislatif pada bulan Oktober.



Stasiun televisi tersebut, mengutip otoritas Israel, mengatakan pada hari Sabtu bahwa rezim Tel Aviv mengharapkan apa yang disebut Dewan Perdamaian pimpinan AS untuk mencapai kesimpulan dalam dua hingga tiga bulan ke depan bahwa Hamas telah melanggar perjanjian dengan menolak untuk melucuti senjata.

Keputusan seperti itu dapat memungkinkan Israel untuk memulai serangan baru di wilayah Gaza yang saat ini tidak berada di bawah pengawasannya, meningkatkan kemungkinan terjadinya kembali pertempuran, kata laporan itu.

Channel 12 juga mengutip sumber politik yang mengatakan bahwa direktur jenderal dewan, Nikolay Mladenov, telah mempertimbangkan untuk menyatakan Hamas melanggar perjanjian dua bulan lalu, tetapi menunda tindakan tersebut atas permintaan para mediator.

“Jika tidak ada perubahan dalam tiga bulan, Mladenov akan menyatakan Hamas melanggar perjanjian,” kata sumber anonim tersebut.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, militer Israel terus melakukan serangan harian di seluruh Jalur Gaza.

Seperti yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel telah menewaskan 1.066 orang dan melukai 3.445 lainnya sejak tanggal pemberlakuan gencatan senjata.

Menurut perkiraan setempat, Israel telah memperluas pendudukan mereka hingga sekitar 70% wilayah Gaza, sehingga Palestina hanya memiliki kurang dari 30% wilayah tersebut.

Perang genosida yang dilancarkan Israel terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023, dengan dukungan dari Amerika Serikat, telah mengakibatkan hancurnya hampir 90% infrastruktur sipil di wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Usai Zionis Hancurkan...
Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Para Pelayat Ayatollah...
Para Pelayat Ayatollah Ali Khamenei: 'Balas Dendam, Balaskan Darah Pemimpin Kita!'
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Trading Waran Terstruktur
Kemendikdasmen Alihkan...
Kemendikdasmen Alihkan Pengelolaan KNIU ke Kementerian Kebudayaan, Fokus Perkuat Peran UNESCO
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved