Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Minggu, 05 Juli 2026 - 09:29 WIB
loading...
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan batal terbang ke New York, AS, karena khawatir ditangkap atas kejahatan perang Gaza. Foto/Anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan telah membatalkan perjalanannya ke konferensi kepala polisi PBB di New York, Amerika Serikat (AS) pekan ini. Menurut laporan media-media Israel, dia batal terbang karena khawatir akan ditangkap atas tuduhan terlibat dalam kejahatan perang di Jalur Gaza, Palestina.
Meski demikian, kantor Ben-Gvir belum mengonfirmasi pembatalan kunjungan tersebut, sebagaimana dilaporkan The Jerusalem Post.
Baca Juga: Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Laporan pembatalan kunjungan itu diterbitkan surat kabar Haaretz, mengutip pejabat kementerian yang dipimpin Ben-Gvir. Pejabat itu mengatakan keputusan pembatalan kunjungan dibuat di tengah demonstrasi yang direncanakan untuk menentang kunjungan Ben-Gvir dan meningkatnya seruan dari kelompok hak asasi manusia (HAM) untuk penyelidikan dan penangkapannya.
Awal pekan ini, Hind Rajab Foundation (HRF), sebuah kelompok HAM yang berbasis di Belgia yang dikenal karena mengajukan kasus hukum terhadap tentara dan pejabat Israel di seluruh dunia, mendesak otoritas AS untuk menahan dan menuntut Ben-Gvir atas kebijakan penjara yang diterapkannya.
Ben-Gvir dijadwalkan untuk menghadiri KTT Kepala Kepolisian PBB di New York pada hari Selasa dan Rabu mendatang.
Hind Rajab Foundation mengatakan bahwa mereka dan Center for Constitutional Rights yang berbasis di New York telah mengajukan pengaduan kepada Departemen Kehakiman AS dan mendesak Jaksa Agung New York Letitia James untuk meluncurkan penyelidikan.
Yayasan tersebut mengatakan, "Ben-Gvir telah menggunakan wewenangnya untuk memberlakukan kebijakan penyiksaan sistematis, pembunuhan, pelecehan, dan pengusiran paksa,”—khususnya di dalam Layanan Penjara Israel yang berada di bawah pengawasannya.
Kelompok-kelompok HAM tersebut berpendapat bahwa James memiliki wewenang untuk menyelidiki Ben-Gvir karena sejumlah penduduk New York telah dirugikan oleh perilaku kriminal Ben-Gvir dan karena Ben-Gvir mungkin juga terlibat dalam perilaku kriminal saat berada di New York.
Mereka menyebutkan 11 kasus dugaan yang melibatkan warga New York, termasuk 10 orang dalam armada bantuan yang menuju Gaza dalam dua tahun terakhir yang "dikenai penyiksaan dan pelecehan" setelah ditahan oleh Israel.
Perang Israel di Gaza, yang diluncurkan pada 8 Oktober 2023, dengan dukungan AS, telah menghancurkan hampir 90% infrastruktur sipil wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
Surat pengaduan itu juga merujuk pada seorang warga Palestina-Amerika yang dikenai tindakan pembiaran kelaparan dan metode penyiksaan lainnya saat ditahan di penjara Israel.
“#HindRajabFoundation menyambut baik laporan bahwa Menteri Israel Ben-Gvir telah membatalkan kunjungannya ke New York setelah tindakan hukum oleh HRF dan Center for Constitutional Rights," tulis HRF di X, yang dikutip Anadolu, Minggu (5/7/2026).
“Para pemimpin politik dan militer Israel telah berkeliling dunia dengan harapan mendapatkan impunitas. Harapan itu mulai terkikis,” imbuh HRF.
Ini menandai perjalanan kedua Ben-Gvir ke AS yang dibatalkan dalam sebulan. Surat kabar Haaretz mengatakan Ben-Gvir juga membatalkan kunjungan pribadi yang direncanakan bulan lalu setelah dilaporkan menghadapi kesulitan terkait visa.
Surat kabar itu menambahkan bahwa, tidak seperti perjalanan pribadi, Ben-Gvir diperkirakan tidak akan menghadapi masalah masuk untuk konferensi PBB karena dia dijadwalkan memimpin delegasi resmi Israel.
Meski demikian, kantor Ben-Gvir belum mengonfirmasi pembatalan kunjungan tersebut, sebagaimana dilaporkan The Jerusalem Post.
Baca Juga: Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Laporan pembatalan kunjungan itu diterbitkan surat kabar Haaretz, mengutip pejabat kementerian yang dipimpin Ben-Gvir. Pejabat itu mengatakan keputusan pembatalan kunjungan dibuat di tengah demonstrasi yang direncanakan untuk menentang kunjungan Ben-Gvir dan meningkatnya seruan dari kelompok hak asasi manusia (HAM) untuk penyelidikan dan penangkapannya.
Awal pekan ini, Hind Rajab Foundation (HRF), sebuah kelompok HAM yang berbasis di Belgia yang dikenal karena mengajukan kasus hukum terhadap tentara dan pejabat Israel di seluruh dunia, mendesak otoritas AS untuk menahan dan menuntut Ben-Gvir atas kebijakan penjara yang diterapkannya.
Ben-Gvir dijadwalkan untuk menghadiri KTT Kepala Kepolisian PBB di New York pada hari Selasa dan Rabu mendatang.
Hind Rajab Foundation mengatakan bahwa mereka dan Center for Constitutional Rights yang berbasis di New York telah mengajukan pengaduan kepada Departemen Kehakiman AS dan mendesak Jaksa Agung New York Letitia James untuk meluncurkan penyelidikan.
Yayasan tersebut mengatakan, "Ben-Gvir telah menggunakan wewenangnya untuk memberlakukan kebijakan penyiksaan sistematis, pembunuhan, pelecehan, dan pengusiran paksa,”—khususnya di dalam Layanan Penjara Israel yang berada di bawah pengawasannya.
Kelompok-kelompok HAM tersebut berpendapat bahwa James memiliki wewenang untuk menyelidiki Ben-Gvir karena sejumlah penduduk New York telah dirugikan oleh perilaku kriminal Ben-Gvir dan karena Ben-Gvir mungkin juga terlibat dalam perilaku kriminal saat berada di New York.
Mereka menyebutkan 11 kasus dugaan yang melibatkan warga New York, termasuk 10 orang dalam armada bantuan yang menuju Gaza dalam dua tahun terakhir yang "dikenai penyiksaan dan pelecehan" setelah ditahan oleh Israel.
Perang Israel di Gaza, yang diluncurkan pada 8 Oktober 2023, dengan dukungan AS, telah menghancurkan hampir 90% infrastruktur sipil wilayah tersebut dan menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina.
Surat pengaduan itu juga merujuk pada seorang warga Palestina-Amerika yang dikenai tindakan pembiaran kelaparan dan metode penyiksaan lainnya saat ditahan di penjara Israel.
“#HindRajabFoundation menyambut baik laporan bahwa Menteri Israel Ben-Gvir telah membatalkan kunjungannya ke New York setelah tindakan hukum oleh HRF dan Center for Constitutional Rights," tulis HRF di X, yang dikutip Anadolu, Minggu (5/7/2026).
“Para pemimpin politik dan militer Israel telah berkeliling dunia dengan harapan mendapatkan impunitas. Harapan itu mulai terkikis,” imbuh HRF.
Ini menandai perjalanan kedua Ben-Gvir ke AS yang dibatalkan dalam sebulan. Surat kabar Haaretz mengatakan Ben-Gvir juga membatalkan kunjungan pribadi yang direncanakan bulan lalu setelah dilaporkan menghadapi kesulitan terkait visa.
Surat kabar itu menambahkan bahwa, tidak seperti perjalanan pribadi, Ben-Gvir diperkirakan tidak akan menghadapi masalah masuk untuk konferensi PBB karena dia dijadwalkan memimpin delegasi resmi Israel.
(mas)
Lihat Juga :