China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Bukan Sekadar Menjual Senjata
Khurshid menegaskan bahwa ekspor persenjataan bukan hanya berkaitan dengan penjualan satu platform militer.
Dia menilai setiap kontrak pertahanan umumnya diikuti hubungan jangka panjang berupa pelatihan personel, penyediaan suku cadang, pemeliharaan, pembaruan sistem, hingga dukungan logistik.
“Setiap keberhasilan memperluas penggunaan sistem persenjataan China juga berarti memperluas ekosistem pertahanan Beijing di kawasan,” sebut Khurshid.
Khurshid mencontohkan laporan mengenai kerja sama pertahanan antara Pakistan dan Libyan National Army yang disebut mencakup rencana pengadaan 16 jet tempur JF-17 beserta pesawat latih dan perlengkapan militer lainnya.
Menurutnya, apabila kesepakatan seperti itu terwujud, China akan memperoleh keuntungan strategis tanpa harus tampil sebagai pihak yang bertransaksi secara langsung.
Namun dia juga mencatat bahwa laporan tersebut menuai kritik karena dinilai berpotensi memengaruhi keseimbangan konflik di Libya dan memunculkan pertanyaan mengenai kepatuhan terhadap embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pengaruh Lewat Jaringan
Khurshid berpendapat strategi keamanan China di Timur Tengah kini semakin bertumpu pada pembangunan jaringan kemitraan dibandingkan kehadiran militer secara langsung.
Dia juga menyinggung wacana pembentukan aliansi keamanan yang kerap disebut sebagai "Islamic NATO". Menurutnya, apabila kerja sama semacam itu berkembang, Beijing berpotensi memperoleh pasar yang lebih luas bagi industri pertahanannya.
Selain itu, Khurshid menilai China terus mempromosikan berbagai sistem persenjataannya dengan menonjolkan kinerja platform seperti JF-17 dalam konflik India-Pakistan pada Mei 2025.
Dia juga memperkirakan bahwa apabila hubungan keamanan Iran dan China semakin erat setelah perkembangan diplomatik terbaru di Timur Tengah, kerja sama pertahanan kedua negara dapat berkembang lebih jauh.
“Tren yang berkembang menunjukkan persaingan geopolitik di Timur Tengah tidak lagi hanya berlangsung melalui kehadiran militer atau pangkalan luar negeri, tetapi juga melalui jaringan industri pertahanan, transfer teknologi, dan kemitraan keamanan jangka panjang yang membentuk pengaruh strategis sebuah negara,” pungkas Khurshid.
(mas)
Lihat Juga :