China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
"China memanfaatkan Pakistan sebagai pintu gerbang untuk mempromosikan persenjataan dan memasuki lanskap pertahanan kawasan tersebut," ucap Khurshid.
Dia menilai langkah itu sekaligus memperkuat posisi industri pertahanan China di kawasan yang selama ini didominasi pemasok senjata dari Barat.
Dalam beberapa waktu terakhir, menurut Khurshid, muncul berbagai laporan mengenai pembicaraan kerja sama pertahanan Pakistan dengan sejumlah negara seperti Irak, Bangladesh, Indonesia, Arab Saudi, Libya, Maroko, Nigeria, Sudan, dan Ethiopia.
Sejumlah media China juga melaporkan adanya pembahasan mengenai potensi penjualan jet tempur JF-17 ke beberapa negara tersebut.
Meski demikian, Khurshid mengakui tidak semua pembahasan tersebut telah menghasilkan kontrak.
Dia mencontohkan laporan mengenai kemungkinan pengadaan JF-17 oleh Arab Saudi yang hingga kini belum terealisasi.
Menurutnya, sejumlah faktor masih menjadi pertimbangan, mulai dari kualitas sistem persenjataan buatan China, kompatibilitas dengan alutsista buatan Amerika Serikat yang telah digunakan negara-negara Teluk, hingga aspek pembiayaan.
“Proses promosi itu sendiri telah meningkatkan visibilitas sistem persenjataan China di Timur Tengah,” tutur Khurshid.
Khurshid juga menilai perubahan situasi keamanan kawasan setelah tercapainya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dapat membuka peluang baru bagi Pakistan untuk memperkenalkan sistem persenjataan buatan China.
Dia mencontohkan pengiriman personel militer, peralatan pertahanan, serta jet tempur JF-17 oleh Pakistan ke Arab Saudi sebagai bagian dari implementasi pakta pertahanan kedua negara.
Menurutnya, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana sistem persenjataan asal China dapat memperoleh eksposur yang lebih besar melalui kerja sama militer Pakistan dengan negara-negara kawasan.
Dia menilai langkah itu sekaligus memperkuat posisi industri pertahanan China di kawasan yang selama ini didominasi pemasok senjata dari Barat.
Timur Tengah sebagai Pasar Baru
Dalam beberapa waktu terakhir, menurut Khurshid, muncul berbagai laporan mengenai pembicaraan kerja sama pertahanan Pakistan dengan sejumlah negara seperti Irak, Bangladesh, Indonesia, Arab Saudi, Libya, Maroko, Nigeria, Sudan, dan Ethiopia.
Sejumlah media China juga melaporkan adanya pembahasan mengenai potensi penjualan jet tempur JF-17 ke beberapa negara tersebut.
Meski demikian, Khurshid mengakui tidak semua pembahasan tersebut telah menghasilkan kontrak.
Dia mencontohkan laporan mengenai kemungkinan pengadaan JF-17 oleh Arab Saudi yang hingga kini belum terealisasi.
Menurutnya, sejumlah faktor masih menjadi pertimbangan, mulai dari kualitas sistem persenjataan buatan China, kompatibilitas dengan alutsista buatan Amerika Serikat yang telah digunakan negara-negara Teluk, hingga aspek pembiayaan.
“Proses promosi itu sendiri telah meningkatkan visibilitas sistem persenjataan China di Timur Tengah,” tutur Khurshid.
Diplomasi Pertahanan
Khurshid juga menilai perubahan situasi keamanan kawasan setelah tercapainya nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran dapat membuka peluang baru bagi Pakistan untuk memperkenalkan sistem persenjataan buatan China.
Dia mencontohkan pengiriman personel militer, peralatan pertahanan, serta jet tempur JF-17 oleh Pakistan ke Arab Saudi sebagai bagian dari implementasi pakta pertahanan kedua negara.
Menurutnya, langkah tersebut memperlihatkan bagaimana sistem persenjataan asal China dapat memperoleh eksposur yang lebih besar melalui kerja sama militer Pakistan dengan negara-negara kawasan.
Lihat Juga :