Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Selasa, 30 Juni 2026 - 07:10 WIB
loading...
Insiden penembakan guncang kota Stade, Jerman, pada hari Senin. Sebanyak enam orang tewas dan beberapa lainnya terluka. Foto/Fabian Hofig/NEWS5/DPA
A
A
A
BERLIN - Insiden penembakan telah mengguncang kota Stade, Jerman, pada hari Senin. Sebanyak enam orang tewas dan beberapa lainnya terluka.
Polisi Stade awalnya melaporkan jumlah korban tewas lima orang, namun kemudian memperbarui informasi dengan mengatakan jumlahnya telah bertambah menjadi enam orang. Lima orang tewas di tempat kejadian, sementara yang keenam meninggal di rumah sakit karena luka-luka yang diderita selama penembakan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Diguncang 20 hingga 30 Tembakan, Gedung Putih Lockdown
Menurut polisi, yang dikutip Reuters, Selasa (30/6/2026), dua orang telah ditangkap, termasuk tersangka penembakan. Tidak ada tersangka lain yang buron.
Polisi membenarkan ada beberapa orang yang terluka dalam insiden tersebut, tetapi tidak memberikan jumlah pasti.
"Tembakan dilepaskan di dekat pusat pemuda di pusat kota," kata pihak kepolisian yang dikutip kantor berita DPA. Fasilitas tersebut mencakup akomodasi sementara untuk wanita hamil atau ibu muda dengan anak-anak.
Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada AFP bahwa penembakan itu kemungkinan merupakan "tragedi keluarga besar".
"Tampaknya bukan kasus pembunuhan perempuan atau memiliki motif politik," katanya, menambahkan bahwa motifnya tampaknya berakar pada lingkungan pusat kesejahteraan pemuda.
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Lower Saxony, Daniela Behrens, menekankan bahwa serangan itu tidak memiliki motif politik atau ekonomi. Dia menggambarkannya sebagai "tindakan kekerasan yang sangat kejam."
Semua yang tewas dalam insiden penembakan itu adalah staf di pusat pemuda, kata Kepala Markas Besar Kepolisian Lüneburg, Kathrin Schuol, dalam konferensi pers. Mereka yang tewas termasuk empat wanita dan dua pria.
Sedangkan tersangka penembakan adalah seorang warga negara Jerman berusia 45 tahun. Schuol mengatakan motifnya diyakini sebagai sengketa hak asuh anak.
Menurut polisi, tersangka sedang dalam perebutan hak asuh atas bayi perempuan berusia tiga bulan. Bayi itu dan ibunya berada di kantor pada saat penembakan tetapi tidak terluka.
Tersangka penembak ditangkap saat melarikan diri dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang wanita yang juga ditangkap bersamanya. Temuan awal penyelidik menunjukkan bahwa pengemudi tersebut adalah anggota lingkaran kenalan atau keluarga tersangka penembak.
Anggota Dewan Kota Carsten Brokelmann mengatakan penembakan itu terjadi di dekat pusat penitipan anak dan sekolah dasar.
"Kami lega bahwa staf kami dan anak-anak di pusat penitipan anak dan sekolah dasar selamat, dan saya ingin berterima kasih kepada petugas polisi atas upaya mereka dalam situasi kacau ini," katanya.
"Pada saat yang sama, simpati terdalam kami sampaikan kepada para korban dari tindakan mengerikan ini dan keluarga mereka," paparnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga bereaksi terhadap penembakan tersebut, menyebut insiden itu "sangat mengejutkan."
"Banyak orang, yang ingin membantu dan melindungi orang lain, kehilangan nyawa atau terluka," tulis Merz di akun X-nya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Polisi Stade awalnya melaporkan jumlah korban tewas lima orang, namun kemudian memperbarui informasi dengan mengatakan jumlahnya telah bertambah menjadi enam orang. Lima orang tewas di tempat kejadian, sementara yang keenam meninggal di rumah sakit karena luka-luka yang diderita selama penembakan.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Diguncang 20 hingga 30 Tembakan, Gedung Putih Lockdown
Menurut polisi, yang dikutip Reuters, Selasa (30/6/2026), dua orang telah ditangkap, termasuk tersangka penembakan. Tidak ada tersangka lain yang buron.
Polisi membenarkan ada beberapa orang yang terluka dalam insiden tersebut, tetapi tidak memberikan jumlah pasti.
"Tembakan dilepaskan di dekat pusat pemuda di pusat kota," kata pihak kepolisian yang dikutip kantor berita DPA. Fasilitas tersebut mencakup akomodasi sementara untuk wanita hamil atau ibu muda dengan anak-anak.
Seorang juru bicara polisi mengatakan kepada AFP bahwa penembakan itu kemungkinan merupakan "tragedi keluarga besar".
"Tampaknya bukan kasus pembunuhan perempuan atau memiliki motif politik," katanya, menambahkan bahwa motifnya tampaknya berakar pada lingkungan pusat kesejahteraan pemuda.
Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Lower Saxony, Daniela Behrens, menekankan bahwa serangan itu tidak memiliki motif politik atau ekonomi. Dia menggambarkannya sebagai "tindakan kekerasan yang sangat kejam."
Semua yang tewas dalam insiden penembakan itu adalah staf di pusat pemuda, kata Kepala Markas Besar Kepolisian Lüneburg, Kathrin Schuol, dalam konferensi pers. Mereka yang tewas termasuk empat wanita dan dua pria.
Sedangkan tersangka penembakan adalah seorang warga negara Jerman berusia 45 tahun. Schuol mengatakan motifnya diyakini sebagai sengketa hak asuh anak.
Menurut polisi, tersangka sedang dalam perebutan hak asuh atas bayi perempuan berusia tiga bulan. Bayi itu dan ibunya berada di kantor pada saat penembakan tetapi tidak terluka.
Tersangka penembak ditangkap saat melarikan diri dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang wanita yang juga ditangkap bersamanya. Temuan awal penyelidik menunjukkan bahwa pengemudi tersebut adalah anggota lingkaran kenalan atau keluarga tersangka penembak.
Anggota Dewan Kota Carsten Brokelmann mengatakan penembakan itu terjadi di dekat pusat penitipan anak dan sekolah dasar.
"Kami lega bahwa staf kami dan anak-anak di pusat penitipan anak dan sekolah dasar selamat, dan saya ingin berterima kasih kepada petugas polisi atas upaya mereka dalam situasi kacau ini," katanya.
"Pada saat yang sama, simpati terdalam kami sampaikan kepada para korban dari tindakan mengerikan ini dan keluarga mereka," paparnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga bereaksi terhadap penembakan tersebut, menyebut insiden itu "sangat mengejutkan."
"Banyak orang, yang ingin membantu dan melindungi orang lain, kehilangan nyawa atau terluka," tulis Merz di akun X-nya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
(mas)
Lihat Juga :