Pemerintah India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Wabah Covid-19
Selasa, 22 September 2020 - 11:15 WIB
loading...
Pengunjung berfoto di depan destinasi wisata Taj Mahal yang kembali dibuka di tengah pandemi Covid-19 di Agra, India, kemarin. Foto/Reuters
A
A
A
AGRA - Pemerintah India membuka Taj Mahal untuk masyarakat umum sekalipun angka penyebaran virus corona Covid-19 masih tinggi, bahkan India nyaris menyalip Amerika Serikat (AS). Saat ini, jumlah pasien Covid-19 di India mencapai 5,4 juta orang dengan angka infeksi rata-rata sekitar 100 ribu orang dan angka kematian 1.000 orang per hari.
Namun, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengalami dilema. Lockdown yang diterapkan pada Maret sulit untuk diimplementasikan dengan baik karena kurangnya kerja sama dari masyarakat. Adapun imbasnya telah mengguncang puluhan juta warga lokal. Kondisi itu memaksanya memperlonggar lockdown secara bertahap. (Baca: Inilah Nasib Orang yang Bakhil)
Menilik riwayat, Modi telah membuka lockdown berurutan mulai dari moda transportasi darat, udara, pasar, restoran, dan sekarang tempat wisata seperti Taj Mahal. Taj Mahal merupakan salah satu ikon global India yang terletak di wilayah Agra. Biasanya, sebanyak tujuh juta wisatawan mengunjungi bangunan marble putih tersebut.
Pihak pengelola Taj Mahal menyatakan protokol kesehatan tetap akan diterapkan, mulai dari pembatasan sosial hingga pembatasan pengunjung sebanyak 5.000 orang per hari atau seperempat dari hari normal. Tiket masuk juga tidak akan dijual di tempat, tapi secara online. Selain itu, petugas keamanan akan berpatroli untuk mengawasi pengunjung.
“Banyak orang kehilangan pekerjaan selama lockdown. Kami rakyat sangat menderita dan kini sudah waktunya negara kembali dibuka,” kata karyawan bank Ayub Sheikh (35). “Kami tidak takut dengan virus karena virus ada di mana-mana dan tidak akan pergi. Jadi kita semua harus beradaptasi. Untuk apa kita menghindari virus, tapi mati kelaparan?” (Baca juga: Pentingn Buat Orangtua, Kenali Gejala Kanker Pada Anak)
Namun, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengalami dilema. Lockdown yang diterapkan pada Maret sulit untuk diimplementasikan dengan baik karena kurangnya kerja sama dari masyarakat. Adapun imbasnya telah mengguncang puluhan juta warga lokal. Kondisi itu memaksanya memperlonggar lockdown secara bertahap. (Baca: Inilah Nasib Orang yang Bakhil)
Menilik riwayat, Modi telah membuka lockdown berurutan mulai dari moda transportasi darat, udara, pasar, restoran, dan sekarang tempat wisata seperti Taj Mahal. Taj Mahal merupakan salah satu ikon global India yang terletak di wilayah Agra. Biasanya, sebanyak tujuh juta wisatawan mengunjungi bangunan marble putih tersebut.
Pihak pengelola Taj Mahal menyatakan protokol kesehatan tetap akan diterapkan, mulai dari pembatasan sosial hingga pembatasan pengunjung sebanyak 5.000 orang per hari atau seperempat dari hari normal. Tiket masuk juga tidak akan dijual di tempat, tapi secara online. Selain itu, petugas keamanan akan berpatroli untuk mengawasi pengunjung.
“Banyak orang kehilangan pekerjaan selama lockdown. Kami rakyat sangat menderita dan kini sudah waktunya negara kembali dibuka,” kata karyawan bank Ayub Sheikh (35). “Kami tidak takut dengan virus karena virus ada di mana-mana dan tidak akan pergi. Jadi kita semua harus beradaptasi. Untuk apa kita menghindari virus, tapi mati kelaparan?” (Baca juga: Pentingn Buat Orangtua, Kenali Gejala Kanker Pada Anak)
Lihat Juga :