1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa

Senin, 29 Juni 2026 - 14:30 WIB
loading...
A A A
Pada hari Kamis, festival musik Belanda Defqon.1 dibatalkan menyusul peringatan kode merah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk panas ekstrem.

Di Paris, para pejabat melarang minum alkohol yang dibawa pulang di tempat umum dan membatalkan pawai kebanggaan kota untuk membantu layanan darurat yang kewalahan.

Larangan tersebut dimulai pada siang hari Jumat waktu setempat menjelang pertandingan Piala Dunia Prancis melawan Norwegia dan berlangsung hingga Minggu pagi.

Setidaknya 74 orang telah tenggelam di Prancis sejak awal gelombang panas, menurut Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez.

Sebagian besar kematian terjadi di "badan air yang tidak diawasi seperti sungai, danau, dan kolam", katanya kepada surat kabar Le Parisien pada hari Sabtu.

Gelombang panas Juni yang memecahkan rekor ini disebabkan oleh apa yang disebut efek "kubah panas".

Pola cuaca ini mengakibatkan udara turun melalui atmosfer, yang kemudian terkompresi dan memanas saat mencapai tanah.

Udara yang turun ini juga mengering, artinya tidak ada awan yang dapat terbentuk, sehingga sinar matahari yang kuat dapat memanaskan tanah lebih jauh lagi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
Delapan Fraksi Setujui...
Delapan Fraksi Setujui RUU PFII, Indonesia Didorong Jadi Pusat Keuangan Global
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
Berita Terkini
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Infografis
Profil Humaira Asghar...
Profil Humaira Asghar Ali, Artis Pakistan yang Tewas di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved