AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika

Sabtu, 27 Juni 2026 - 06:21 WIB
loading...
AS Kembali Serang Iran,...
AS kembali menyerang target di wilayah Iran. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan mereka telah menyerang Iran menyusul serangan Teheran terhadap satu kapal dagang di Selat Hormuz. Serangan ini kemudian dibalas oleh Teheran.

“Pesawat-pesawat AS menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran serta situs radar pantai setelah Iran menyerang M/V Ever Lovely pada 25 Juni dengan drone serang satu arah,” ungkap CENTCOM dalam unggahan di X.

Mereka menambahkan, “Agresi yang tidak beralasan terhadap pelayaran komersial oleh pasukan Iran jelas melanggar gencatan senjata.”

“Selanjutnya, perilaku berbahaya Iran merusak kebebasan navigasi karena perdagangan semakin mengalir melalui koridor perdagangan internasional yang vital.”

Mereka menambahkan, “Pasukan CENTCOM terus memberikan koordinasi dan dukungan jalur aman kepada kapal-kapal komersial yang melintasi selat tersebut.”

“Militer AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” tambahnya.

Pejabat Iran mengutuk serangan AS sebagai pelanggaran gencatan senjata yang sembrono.

Ebrahim Azizi, kepala komite keamanan nasional parlemen Iran, mengatakan Trump “telah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki komitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi atau gencatan senjata.”

Mengomentari serangan AS terhadap Iran, Azizi mengatakan, “Pelanggaran gencatan senjata yang sembrono ini, seperti biasa, akan menyebabkan penarikan diri dan penyesalan di pihak mereka.”

“Permainan saling menyalahkan tidak lagi berhasil,” tulisnya di X.

Kantor berita Iran, Tasnim dan IRNA, baru saja membagikan pernyataan dari kantor media IRGC.

IRGC mengatakan Angkatan Lautnya menargetkan lokasi di wilayah tempat pasukan AS ditempatkan, tanpa menyebutkan lokasi spesifik atau memberikan detail tambahan.

IRGC mengutuk serangan AS terhadap Iran, dengan mengatakan Washington, “seperti biasa, melanggar komitmennya dan melancarkan serangan udara” di pantai Iran.

“Menurut Pasal 5 Berdasarkan Nota Kesepahaman, Islamabad memiliki pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz dengan Republik Islam Iran,” kata IRGC.

“Namun, AS, dengan menghasut berbagai pihak, berupaya melanggar komitmen ini, yang telah dibalas dengan tindakan yang semestinya,” lanjut pernyataan itu. “Jika agresi ini terulang, tanggapan kami akan lebih luas.”

Baca juga: Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved