Sidang Umum PBB Fokus Pandemi
Selasa, 22 September 2020 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Para pebisnis di New York, terutama toko dan restoran, juga mengaku menyayangkan ketidakhadiran langsung pemimpin dan delegasi dunia yang biasanya membantu mereka menjalankan roda bisnis. Sebaliknya, sebagian warga lokal mengaku lega. Sebab, lalu lintas tidak akan semacet biasanya mengingat jalur menuju Manhattan akan tetap dibuka. (Baca juga: Soal Aturan Gowes, Daerah Lain Diminta Contoh Anies)
Staf dan diplomat PBB juga mengakui pemindahan acara tahun ini menuju media online meringankan beban sehingga mereka kini dapat “bernapas”. Biasanya, mereka harus bekerja lembur hingga 20 jam sehari untuk menjalankan acara pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Belum lagi jika delegasi yang dibawa banyak.
Meski acara akan digelar secara online, Aula Majelis Umum PBB di New York tidak akan kosong melompong. Satu negara diperbolehkan mengirimkan satu diplomat untuk memperkenalkan rekaman video pidato pemimpin mereka atau total 210 orang akan hadir. Namun, mereka diwajibkan menjaga jarak, memakai hand sanitizer, dan membawa masker.
PBB juga menyiapkan hand sanitizer tambahan di setiap dinding ruangan. Begitupun dengan masker yang merupakan hasil donasi dari berbagai negara. Setiap negara diimbau agar mengirimkan video pidato pemimpin setidaknya empat hari sebelum video mereka akan diputar. Durasinya juga dibatasi selama 15 menit dan isu yang diangkat bebas. (Lihat videonya: Banjir Bandang Terjang Desa Cicurug, Sukabumi)
Namun, Juru Bicara (Jubir) PBB Stephane Dujarric mengatakan, Majelis Umum PBB tahun ini akan fokus pada pembahasan tentang perubahan iklim, biodiversity, dan Lebanon di tengah suasana yang berbeda. Minimnya diplomat yang hadir sangat kontras dengan detik-detik berdirinya PBB pada 1945 yang menjadi awal simbol persatuan dunia. (Muh Shamil)
Staf dan diplomat PBB juga mengakui pemindahan acara tahun ini menuju media online meringankan beban sehingga mereka kini dapat “bernapas”. Biasanya, mereka harus bekerja lembur hingga 20 jam sehari untuk menjalankan acara pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Belum lagi jika delegasi yang dibawa banyak.
Meski acara akan digelar secara online, Aula Majelis Umum PBB di New York tidak akan kosong melompong. Satu negara diperbolehkan mengirimkan satu diplomat untuk memperkenalkan rekaman video pidato pemimpin mereka atau total 210 orang akan hadir. Namun, mereka diwajibkan menjaga jarak, memakai hand sanitizer, dan membawa masker.
PBB juga menyiapkan hand sanitizer tambahan di setiap dinding ruangan. Begitupun dengan masker yang merupakan hasil donasi dari berbagai negara. Setiap negara diimbau agar mengirimkan video pidato pemimpin setidaknya empat hari sebelum video mereka akan diputar. Durasinya juga dibatasi selama 15 menit dan isu yang diangkat bebas. (Lihat videonya: Banjir Bandang Terjang Desa Cicurug, Sukabumi)
Namun, Juru Bicara (Jubir) PBB Stephane Dujarric mengatakan, Majelis Umum PBB tahun ini akan fokus pada pembahasan tentang perubahan iklim, biodiversity, dan Lebanon di tengah suasana yang berbeda. Minimnya diplomat yang hadir sangat kontras dengan detik-detik berdirinya PBB pada 1945 yang menjadi awal simbol persatuan dunia. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :