Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Kunci dari upaya tersebut adalah pemecatan Presiden Tamas Sulyok. Magyar telah menyerukan agar kepala negara – yang diangkat oleh Orban – mengundurkan diri, dan pada hari Senin mengusulkan amandemen konstitusional untuk pemecatannya.

Presiden Hongaria memiliki sedikit kekuasaan formal, tetapi dapat memperlambat pengesahan undang-undang dengan mengembalikannya ke parlemen atau meneruskannya ke Mahkamah Konstitusi.

Sulyok tetap menyatakan bahwa ia tidak memiliki agenda politik. Anggota parlemen Fidesz, Gergely Gulyas, menyebut pidato Magyar pada hari Senin sebagai "fitnah dan mengerikan".

Rencana Magyar akan mengarah pada pemilihan presiden baru, untuk masa jabatan maksimal lima tahun, jika Sulyok dicopot.

2. Reformasi Hukum yang Konvensional

Sementara itu, peninjauan konstitusi, lengkap dengan diskusi publik, akan dimulai pada bulan September dan akan tunduk pada referendum.

Perubahan lainnya akan menetapkan batas usia 70 tahun untuk hakim di Mahkamah Konstitusi, memaksa sekutu Orban, Peter Polt, untuk pensiun sebagai kepala hakim, dan membatasi masa jabatan anggota parlemen hingga 12 tahun.

Mengutip angka bahwa korupsi telah merugikan warga Hungaria 8 hingga 10 persen dari produk domestik bruto dalam beberapa tahun terakhir, Magyar berjanji bahwa talenta terbaik Hungaria akan mengisi otoritas anti-korupsi yang baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved