AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB
loading...
AS Kerahkan Sistem Rudal...
Sistem peluncur rudal Typon saat tembakkan misil SM-6. AS kerahkan sistem Typhon ke Jepang, langkah yang bisa menargetkan China. Foto/US Marine Corps
A A A
TOKYO - Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan sistem rudal canggih Typhon ke pangkalan militer Jepang untuk latihan tempur. Sistem rudal jarak menengah ini dapat digunakan untuk menargetkan wilayah China jika konflik regional pecah.

Pengerahan sistem Typhon diungkap media-media Jepang pada hari Minggu. Ini menandai penempatan sistem Typhon kedua di Jepang setelah tahun lalu, tetapi kali ini akan tetap ditempatkan di sana setelah latihan.

Baca Juga: Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS

Menurut laporan Nikkei, militer AS mengerahkan sistem rudal Typhon ke Pangkalan Udara Kanoya di Prefektur Kagoshima pada Senin (22/6/2026) untuk latihan tempur Valiant Shield di Pasifik barat.

Awalnya merupakan acara pelatihan dua tahunan yang dipimpin oleh Komando Pasifik AS, Valiant Shield telah melibatkan partisipasi dari Pasukan Bela Diri Jepang sejak dua tahun lalu, dengan latihan gabungan yang dilakukan di Jepang.

Kanoya, yang terletak di ujung selatan Kyushu, adalah pangkalan udara terbesar yang paling dekat dengan Kepulauan Nansei dan Selat Taiwan.

Militer AS berencana menggunakan sistem Typhon, yang ditempatkan di Kanoya, dalam latihan tembak langsung Orient Shield bersama Pasukan Bela Diri Darat Jepang yang dijadwalkan pada bulan September, kemudian memindahkan dan menyimpannya di pangkalan militer AS di Jepang pada pertengahan Oktober.

Laporan Nikkei menyatakan, meskipun pasukan AS dan Jepang mengatakan ini bukan penempatan operasional langsung, namun pandangan di dalam pemerintah Jepang menunjukkan bahwa mempertahankannya dalam keadaan siap pakai itu sendiri berfungsi sebagai pencegah terhadap China.

Militer AS pertama kali menempatkan sistem Typhon di Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni di Prefektur Yamaguchi selama latihan gabungan AS-Jepang tahun 2023, Resolute Dragon, tetapi menariknya beberapa bulan kemudian. Pada saat itu, China memprotes keras, dengan menyatakan: “Ini meningkatkan risiko konfrontasi militer di Asia Timur.”

Typhon adalah sistem peluncur rudal jarak menengah tipe kontainer yang dirancang terutama untuk meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dan rudal multiguna SM-6 di darat.

Jika Jepang—yang akan mulai mengimpor rudal Tomahawk dengan jangkauan sekitar 1.600 km pada paruh kedua tahun ini—meluncurkannya dari Kanoya, rudal tersebut dapat mencapai daerah pesisir timur China seperti Shanghai, Zhejiang, dan Fujian.

Peluncuran rudal berbasis darat menawarkan kepastian target yang lebih besar dan mobilitas yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem berbasis kapal. Seluruh sistem Typhon—pusat komando, peluncur vertikal, rudal, dan peralatan pendukung—muat dalam kontainer standar 40 kaki, memungkinkan pengangkutan yang mudah dengan truk atau kereta api. Desain kontainernya juga mempersulit musuh untuk mengidentifikasi lokasinya.

Media-media Jepang melaporkan bahwa AS bertujuan untuk mengatasi apa yang disebut "kesenjangan rudal" dengan China dengan menempatkan Typhon secara efektif di Jepang.

Amerika Serikat telah lama menahan diri dari penempatan rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500–5.500 km berdasarkan Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) tahun 1987 dengan Uni Soviet. Bahkan setelah perjanjian tersebut runtuh pada tahun 2019, AS kesulitan untuk mengerahkan rudal jarak menengah.

Namun, China dengan cepat memperluas persenjataannya, di mana persediaan rudal balistiknya dengan jangkauan 1.000–5.500 km meningkat dari 750 pada tahun 2022 menjadi 1.850 pada tahun lalu.

AS juga mengerahkan sistem rudal Typhon ke Pulau Luzon di Filipina utara pada tahun 2024 untuk latihan bersama seperti Balikatan dan Salaknib, dan dilaporkan tetap dalam status operasional konstan di sana. Bandara Internasional Laoag, tempat sistem Typhon diyakini ditempatkan, adalah titik terdekat di Filipina ke daratan China dan Selat Taiwan, dengan Hong Kong, Guangzhou, dan Fuzhou berada dalam jangkauannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved