AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China

Senin, 22 Juni 2026 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Peluncuran rudal berbasis darat menawarkan kepastian target yang lebih besar dan mobilitas yang lebih cepat dibandingkan dengan sistem berbasis kapal. Seluruh sistem Typhon—pusat komando, peluncur vertikal, rudal, dan peralatan pendukung—muat dalam kontainer standar 40 kaki, memungkinkan pengangkutan yang mudah dengan truk atau kereta api. Desain kontainernya juga mempersulit musuh untuk mengidentifikasi lokasinya.

Media-media Jepang melaporkan bahwa AS bertujuan untuk mengatasi apa yang disebut "kesenjangan rudal" dengan China dengan menempatkan Typhon secara efektif di Jepang.

Amerika Serikat telah lama menahan diri dari penempatan rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500–5.500 km berdasarkan Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah (INF) tahun 1987 dengan Uni Soviet. Bahkan setelah perjanjian tersebut runtuh pada tahun 2019, AS kesulitan untuk mengerahkan rudal jarak menengah.

Namun, China dengan cepat memperluas persenjataannya, di mana persediaan rudal balistiknya dengan jangkauan 1.000–5.500 km meningkat dari 750 pada tahun 2022 menjadi 1.850 pada tahun lalu.

AS juga mengerahkan sistem rudal Typhon ke Pulau Luzon di Filipina utara pada tahun 2024 untuk latihan bersama seperti Balikatan dan Salaknib, dan dilaporkan tetap dalam status operasional konstan di sana. Bandara Internasional Laoag, tempat sistem Typhon diyakini ditempatkan, adalah titik terdekat di Filipina ke daratan China dan Selat Taiwan, dengan Hong Kong, Guangzhou, dan Fuzhou berada dalam jangkauannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Atur Jabatan Sipil, Usia Pensiun, hingga Rekrutmen Disabilitas
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved