Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:28 WIB
loading...
Letnan Kolonel Dor Ben Shimchon, komandan batalion Israel yang terkait dengan pembunuhan Hind Rajab, tewas di Lebanon selatan. Foto/x
A
A
A
TEL AVIV - Satu batalyon Israel yang namanya secara internasional dikaitkan dengan pembunuhan gadis Palestina berusia enam tahun, Hind Rajab,telah menderita kerugian besar di Lebanon selatan. Menurut laporan, komandan batalyon itu termasuk di antara empat tentara yang tewas dalam penyergapan mematikan.
Militer Israel mengumumkan pada hari Jumat (19/6/2026) bahwa Letnan Kolonel Dor Ben Shimchon, komandan Batalyon ke-52 dari Brigade Lapis Baja ke-401, tewas bersama tiga tentara lainnya selama insiden keamanan di dekat Kfar Tibnit di Lebanon selatan.
Otoritas Israel mengatakan insiden itu terjadi tak lama setelah tengah malam ketika satu tank Merkava milik batalyon tersebut dihantam oleh apa yang digambarkan militer sebagai "target mencurigakan."
Militer Israel mengatakan masih menyelidiki apakah serangan itu dilakukan menggunakan drone peledak atau sistem senjata lain.
Media Israel menggambarkan insiden itu sebagai salah satu kemunduran terberat militer di Lebanon selatan dalam beberapa bulan terakhir, dengan laporan yang menunjukkan banyak tentara dan perwira lainnya terluka.
Batalyon ke-52 menjadi terkenal di seluruh dunia selama genosida Gaza setelah penyelidikan atas pembunuhan Hind Rajab yang berusia enam tahun dan penghancuran ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya.
Hind terjebak di dalam satu kendaraan di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada Januari 2024 setelah tembakan Israel menewaskan beberapa anggota keluarganya.
Rekaman yang dirilis kemudian menangkap anak itu memohon bantuan selama panggilan telepon yang putus asa dengan petugas darurat sambil dikelilingi oleh mayat kerabatnya.
Satu ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya tidak pernah sampai ke tujuannya. Dua paramedis di dalamnya juga tewas.
Ketika para penyelidik akhirnya mencapai daerah tersebut, mereka menemukan Hind tewas bersama anggota keluarganya dan kru ambulans.
Kasus ini memicu kemarahan internasional dan menjadi salah satu simbol genosida Gaza yang paling dikenal luas.
Investigasi selanjutnya yang dilakukan Yayasan Hind Rajab, bersama dengan analis forensik, penyelidik sumber terbuka, dan organisasi media internasional, berupaya merekonstruksi peristiwa seputar pembunuhan tersebut.
Menurut investigasi tersebut, unit-unit dari Batalyon ke-52 dan Brigade Lapis Baja ke-401 beroperasi di daerah Tel al-Hawa pada saat Hind dan keluarganya dibunuh.
Perhatian khusus difokuskan pada satu kompi di dalam Batalyon 52 yang dilaporkan dikenal sebagai "Kekaisaran Vampir."
Kelompok hak asasi manusia kemudian mengajukan pengaduan hukum ke Mahkamah Pidana Internasional yang menyebutkan nama komandan dan personel dari Batalyon 52 dan Brigade ke-401, dengan mengandalkan citra satelit, bukti digital, dan analisis forensik yang disajikan sebagai bagian dari investigasi mereka.
Bukti dan tuduhan tersebut telah menjadi pusat upaya internasional yang sedang berlangsung untuk mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan selama genosida Gaza.
Batalyon yang Aktif di Gaza dan Lebanon
Batalyon ke-52 adalah salah satu unit lapis baja utama di Brigade Lapis Baja ke-401 Israel dan mengoperasikan tank Merkava 4.
Batalyon ini memainkan peran penting dalam operasi darat Israel di Kota Gaza, kamp pengungsi Jabaliya, dan Tel al-Hawa sebelum kemudian berpartisipasi dalam operasi di Lebanon selatan.
Radio militer Israel melaporkan Ben Shimchon telah mengambil alih komando batalyon dua bulan lalu, menggantikan komandan sebelumnya yang terluka parah selama pertempuran sebelumnya di Lebanon.
Kematiannya menandai pukulan lain bagi unit yang tetap berada di garis depan operasi militer Israel, dan kejahatan perang, di berbagai front.
Baca juga: Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Militer Israel mengumumkan pada hari Jumat (19/6/2026) bahwa Letnan Kolonel Dor Ben Shimchon, komandan Batalyon ke-52 dari Brigade Lapis Baja ke-401, tewas bersama tiga tentara lainnya selama insiden keamanan di dekat Kfar Tibnit di Lebanon selatan.
Otoritas Israel mengatakan insiden itu terjadi tak lama setelah tengah malam ketika satu tank Merkava milik batalyon tersebut dihantam oleh apa yang digambarkan militer sebagai "target mencurigakan."
Militer Israel mengatakan masih menyelidiki apakah serangan itu dilakukan menggunakan drone peledak atau sistem senjata lain.
Media Israel menggambarkan insiden itu sebagai salah satu kemunduran terberat militer di Lebanon selatan dalam beberapa bulan terakhir, dengan laporan yang menunjukkan banyak tentara dan perwira lainnya terluka.
Batalyon di Balik Kasus Hind Rajab
Batalyon ke-52 menjadi terkenal di seluruh dunia selama genosida Gaza setelah penyelidikan atas pembunuhan Hind Rajab yang berusia enam tahun dan penghancuran ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya.
Hind terjebak di dalam satu kendaraan di lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada Januari 2024 setelah tembakan Israel menewaskan beberapa anggota keluarganya.
Rekaman yang dirilis kemudian menangkap anak itu memohon bantuan selama panggilan telepon yang putus asa dengan petugas darurat sambil dikelilingi oleh mayat kerabatnya.
Satu ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya tidak pernah sampai ke tujuannya. Dua paramedis di dalamnya juga tewas.
Ketika para penyelidik akhirnya mencapai daerah tersebut, mereka menemukan Hind tewas bersama anggota keluarganya dan kru ambulans.
Kasus ini memicu kemarahan internasional dan menjadi salah satu simbol genosida Gaza yang paling dikenal luas.
Investigasi Menunjuk pada Batalyon 52
Investigasi selanjutnya yang dilakukan Yayasan Hind Rajab, bersama dengan analis forensik, penyelidik sumber terbuka, dan organisasi media internasional, berupaya merekonstruksi peristiwa seputar pembunuhan tersebut.
Menurut investigasi tersebut, unit-unit dari Batalyon ke-52 dan Brigade Lapis Baja ke-401 beroperasi di daerah Tel al-Hawa pada saat Hind dan keluarganya dibunuh.
Perhatian khusus difokuskan pada satu kompi di dalam Batalyon 52 yang dilaporkan dikenal sebagai "Kekaisaran Vampir."
Kelompok hak asasi manusia kemudian mengajukan pengaduan hukum ke Mahkamah Pidana Internasional yang menyebutkan nama komandan dan personel dari Batalyon 52 dan Brigade ke-401, dengan mengandalkan citra satelit, bukti digital, dan analisis forensik yang disajikan sebagai bagian dari investigasi mereka.
Bukti dan tuduhan tersebut telah menjadi pusat upaya internasional yang sedang berlangsung untuk mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan selama genosida Gaza.
Batalyon yang Aktif di Gaza dan Lebanon
Batalyon ke-52 adalah salah satu unit lapis baja utama di Brigade Lapis Baja ke-401 Israel dan mengoperasikan tank Merkava 4.Batalyon ini memainkan peran penting dalam operasi darat Israel di Kota Gaza, kamp pengungsi Jabaliya, dan Tel al-Hawa sebelum kemudian berpartisipasi dalam operasi di Lebanon selatan.
Radio militer Israel melaporkan Ben Shimchon telah mengambil alih komando batalyon dua bulan lalu, menggantikan komandan sebelumnya yang terluka parah selama pertempuran sebelumnya di Lebanon.
Kematiannya menandai pukulan lain bagi unit yang tetap berada di garis depan operasi militer Israel, dan kejahatan perang, di berbagai front.
Baca juga: Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
(sya)
Lihat Juga :