Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:27 WIB
loading...
Israel Danai Pemukim...
Para pemukim Yahudi mendirikan pos penggembalaan di sebelah utara Nablus di Tepi Barat pada 26 Maret 2026. Foto/Global Look Press/Keystone Press Agency/Nasser Ishtayeh
A A A
TEL AVIV - Pemerintah Israel dilaporkan telah menguraikan rencana memberikan pendanaan negara kepada anggota kelompok pemukim ekstremis Hilltop Youth. Mereka mengalokasikan sekitar 5,5 juta shekel (USD1,9 juta atau Rp34 miliar) untuk tunjangan bulanan bagi para anggotanya.

Didirikan pada akhir tahun 1990-an, kelompok ini telah beroperasi di Tepi Barat dan mempertahankan jaringan pos-pos ilegal di wilayah Palestina yang diduduki.

Selama bertahun-tahun, Hilltop Youth telah terlibat dalam berbagai insiden kekerasan terhadap warga Palestina, termasuk pembakaran dan pembunuhan, dengan hampir tanpa hukuman.

Kelompok tersebut, yang diyakini memiliki kurang dari 1.000 anggota aktif, diakui sebagai entitas ekstremis dan dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Kantor Pengawasan Aset Asing AS pada tahun 2024.

Pemerintah Israel kini berupaya memberikan tunjangan kepada anggota kelompok tersebut untuk menutupi kebutuhan makanan, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

Laporan itu diungkap harian Yedioth Ahronoth pada hari Senin, mengutip dokumen yang dikeluarkan Menteri Permukiman dan Misi Nasional sayap kanan, Orit Strock.

Kementerian telah mengidentifikasi lebih dari 650 pemuda yang tinggal di pos-pos terpencil di puncak bukit di seluruh Tepi Barat yang memenuhi syarat untuk program tersebut.

Anggota kelompok tersebut akan menerima sekitar USD550 per bulan di bawah program tersebut mulai Juni, menurut surat kabar tersebut. Rencana tersebut melibatkan alokasi hampir USD2 juta untuk membiayai program tersebut hingga akhir tahun.

Dana tersebut merupakan bagian dari program yang lebih luas senilai sekitar 120 juta shekel (USD41,3 juta), yang dimaksudkan untuk mengatasi kekerasan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh para pemukim, seperti yang dicatat oleh harian tersebut.

Program ini menggabungkan sarana pendidikan dengan kerja sosial, termasuk menempatkan mediator antara Pemuda Bukit dan otoritas lokal, serta mendorong wajib militer.

Gerakan ini, yang berakar pada Zionisme, sebagian besar terdiri dari pemukim Israel berusia antara 16 dan 26 tahun.

Anggota kelompok ini memilih meninggalkan rumah mereka, meninggalkan pendidikan atau pekerjaan mereka, untuk tinggal di pos-pos terpencil di puncak bukit yang menghadap komunitas Palestina sambil mengganggu penduduk setempat.

Kekerasan pemukim telah meningkat di Tepi Barat sejak serangan mendadak Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023.

Baca juga: Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved