Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:35 WIB
loading...
Trump: AS Tidak akan...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menepis laporan Washington akan membayar Teheran USD300 juta (Rp5 triliun) sebagai berita palsu. Kabar itu muncul seiring proses penandatanganan nota kesepahaman antara kedua negara.

"Berita bahwa AS membayar Iran 300 juta dolar adalah berita palsu," katanya di Truth Social.

Trump sendiri tidak menyebutkan USD300 juta mana yang ia maksud. Ia mungkin salah bicara, karena Financial Times sebelumnya melaporkan kemungkinan pembentukan dana investasi USD300 miliar, yang dapat diakses Iran jika memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian dengan Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump pada hari Senin mengkonfirmasi nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani.

"Saya sangat senang mengatakan ... semua kesepakatan telah ditandatangani, dan Selat [Hormuz] sudah sebagian dibuka," Trump mengkonfirmasi selama konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, dari Evian, Prancis.

Pada hari Minggu, Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengkonfirmasi finalisasi nota kesepahaman, yang akan ditandatangani secara fisik di Swiss pada 19 Juni.

Penandatanganan digital dilakukan pada hari Minggu, kata Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya pada hari Senin.

Trump, Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menandatangani nota kesepahaman secara digital, media melaporkan pada hari Senin, mengutip seorang pejabat AS.

Rincian nota kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran akan dipublikasikan dalam dua hari ke depan, media melaporkan pada hari Senin, mengutip seorang pejabat senior AS.

Vance lebih lanjut mengatakan Washington berharap merilis isi perjanjian tersebut pada pekan ini.

Baca juga: Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Hina Bosnia, Reporter...
Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan...
Ngamuk! Iran Klaim Hancurkan 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain
Rekomendasi
Truk Tabrak Motor di...
Truk Tabrak Motor di Bekasi Timur: 1 Orang Tewas, 5 Luka-luka
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram, Ini Rinciannya
Indonesia Bakal Ciptakan...
Indonesia Bakal Ciptakan BBM Baru E20, Butuh 4 Juta KL Etanol per Tahun
Berita Terkini
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved