Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:47 WIB
loading...
Iran Serang Pangkalan...
Pangkalan Udara Al-Azraq di Yordania yang diserang 12 rudal Iran. Pangkalan ini menjadi markas jet tempur siluman F-35, F-15, dan F-16 AS. Foto/X @MarioNawfal/Mizarvision
A A A
AMMAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Kamis (11/6/2026) bahwa belasan rudalnya telah menghantam pangkalan militer di Yordania yang menampung jet tempur siluman F-35, F-15, dan F-16 Amerika Serikat (AS). Gempuran rudal tersebut sebagai respons atas serangan terbaru Amerika terhadap Iran.

Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan Angkatan Udara mereka meluncurkan 12 rudal balistik ke Pangkalan Udara Al-Azraq dan apa yang mereka sebut sebagai fasilitas utama milik militer AS.

Baca Juga: Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot

Pernyataan tersebut mengeklaim serangan itu menghancurkan fasilitas di pangkalan tersebut serta sejumlah besar jet tempur Amerika yang ditempatkan di sana.

IRGC menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas serangan rudal AS yang menargetkan lokasi rekreasi, kompleks industri, dan daerah dekat Karaj dan Nazarabad di sebelah barat Teheran, serta pangkalan Garda Revolusi lokal di Pishva.

IRGC menambahkan bahwa operasi oleh pasukannya akan terus berlanjut selama agresi musuh masih berlangsung.

Sebelumnya, IRGC mengatakan 18 target militer utama AS telah dihantam di Pangkalan Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait, serta Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain. Sedangkan pernyataan militer Iran juga mengumumkan serangan yang menargetkan sistem pertahanan rudal Patriot, fasilitas komunikasi, dan Armada Kelima AS di Bahrain.

Lebih lanjut, IRGC pada hari ini mengumumkan penutupan total Selat Hormuz setelah AS meluncurkan serangan terbaru.

"Saat ini, karena ketidakstabilan di kawasan ini, Selat Hormuz ditutup untuk pergerakan semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial. Kapal apa pun yang mencoba melintas akan menjadi sasaran," bunyi pengumuman IRGC.

AS melancarkan serangan di Iran pada Kamis pagi, menyusul laporan bahwa sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di beberapa wilayah.

Di antara lokasi lain, sistem tersebut diaktifkan di Provinsi Fars, di Pulau Qeshm, dan di ibu kota, Teheran.

Selain itu, ledakan dilaporkan terjadi di pabrik petrokimia di Assaluyeh—fasilitas terbesar sejenisnya di negara itu, yang bertanggung jawab atas sekitar 50% produksi petrokimia Iran. Ledakan lebih lanjut dilaporkan terdengar di Pulau Kish, Pulau Qeshm, dan di Sirik, dekat Selat Hormuz.

Komando Pusat AS atau CENTCOM juga mengonfirmasi bahwa pasukannya mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan terhadap berbagai target di Iran.

"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," kata CENTCOM.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dia telah berbicara langsung dengan para pejabat Iran. Menurutnya, para pejabat tersebut telah memintanya untuk menghentikan serangan.

"Serangan akan segera berakhir. Kita mungkin akan melanjutkannya nanti," ujarnya, sambil juga menekankan bahwa Israel tidak terlibat dalam serangan kali ini.

Kantor berita Iran, Tasnim, yang berafiliasi erat dengan IRGC, menepis pernyataan Trump. "Klaim Trump bahwa dia berbicara dengan pejabat Iran yang meminta penghentian serangan adalah kebohongan mutlak. Tidak ada percakapan yang terjadi dengan Trump, dan Iran akan menanggapi agresi terhadapnya melalui cara militer," tulis media tersebut.

Serangan terbaru Amerika dimulai beberapa saat setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth mengulangi peringatan Trump sebelumnya tentang serangan militer yang akan segera terjadi terhadap Iran.

Berbicara kepada wartawan di markas CENTCOM di Tampa, Florida, Hegseth mengatakan, "CENTCOM akan sibuk malam ini karena kita akan menyerang Iran dengan keras."

"Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan yang bagus. Mereka belum bersedia, mereka akan mengalami serangan bom beruntun di fasilitas-fasilitas penting di Iran dari AS," katanya.

Hegseth menekankan bahwa serangan tersebut bukan untuk memulai kembali perang, tetapi untuk menetapkan syarat-syarat kesepakatan.

“Serangan yang akan terjadi malam ini akan kuat dan jelas, dan jika harus terjadi besok malam, serangan itu juga akan kuat dan jelas. Presiden Trump siap untuk membuat kesepakatan itu, Iran akan bijak jika menerimanya, jika tidak, mereka harus menghadapi jenis rencana yang baru saja saya lihat di CENTCOM,” paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Prancis Lolos ke 16...
Prancis Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Swedia, Mbappe Borong 2 Gol
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved