Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
Kamis, 11 Juni 2026 - 07:41 WIB
loading...
A
A
A
Komando Pusat AS atau CENTCOM juga mengkonfirmasi bahwa pasukannya mulai melancarkan serangan pertahanan diri tambahan terhadap berbagai target di Iran.
"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," kata CENTCOM.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dia telah berbicara langsung dengan para pejabat Iran. Menurutnya, para pejabat tersebut telah memintanya untuk menghentikan serangan.
"Serangan akan segera berakhir. Kita mungkin akan melanjutkannya nanti," ujarnya, sambil juga menekankan bahwa Israel tidak terlibat dalam serangan kali ini.
Kantor berita Iran, Tasnim, yang berafiliasi erat dengan IRGC, menepis pernyataan Trump. "Klaim Trump bahwa dia berbicara dengan pejabat Iran yang meminta penghentian serangan adalah kebohongan mutlak. Tidak ada percakapan yang terjadi dengan Trump, dan Iran akan menanggapi agresi terhadapnya melalui cara militer," tulis media tersebut.
Serangan terbaru AS dimulai beberapa saat setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth mengulangi peringatan Trump sebelumnya tentang serangan militer yang akan segera terjadi terhadap Iran.
"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," kata CENTCOM.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Fox News bahwa dia telah berbicara langsung dengan para pejabat Iran. Menurutnya, para pejabat tersebut telah memintanya untuk menghentikan serangan.
"Serangan akan segera berakhir. Kita mungkin akan melanjutkannya nanti," ujarnya, sambil juga menekankan bahwa Israel tidak terlibat dalam serangan kali ini.
Kantor berita Iran, Tasnim, yang berafiliasi erat dengan IRGC, menepis pernyataan Trump. "Klaim Trump bahwa dia berbicara dengan pejabat Iran yang meminta penghentian serangan adalah kebohongan mutlak. Tidak ada percakapan yang terjadi dengan Trump, dan Iran akan menanggapi agresi terhadapnya melalui cara militer," tulis media tersebut.
Serangan terbaru AS dimulai beberapa saat setelah Menteri Perang AS Pete Hegseth mengulangi peringatan Trump sebelumnya tentang serangan militer yang akan segera terjadi terhadap Iran.
Lihat Juga :