AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Kamis, 11 Juni 2026 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Angkatan Laut IRGC juga mencatat bahwa jalur perairan tersebut akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman. Pendekatan apa pun ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh," katanya.
Iran telah menutup jalur sempit tersebut bagi musuh dan sekutunya sejak 28 Februari, ketika AS dan rezim Israel memulai serangan besar-besaran tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran.
Sekadar diketahui, AS kembali membombardir Iran pada hari kedua berturut-turut, Kamis (11/6/2026), ketika harga minyak dunia melonjak. Harga minyak melonjak di atas USD93 per barel setelah Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan rencana serangan tambahan pada Rabu malam.
Serangan diluncurkan ketika Trump berusaha menekan Teheran agar menerima persyaratan perdamaian yang dia ajukan.
Ledakan dan dampak dilaporkan terjadi di seluruh Iran selatan dan tengah beberapa jam setelah Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan Komando Pusat AS atau CENTCOM “akan sibuk malam ini".
"Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh meninggalkan tempat berlabuhnya di Teluk Persia atau Laut Oman. Pendekatan apa pun ke Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh," katanya.
Iran telah menutup jalur sempit tersebut bagi musuh dan sekutunya sejak 28 Februari, ketika AS dan rezim Israel memulai serangan besar-besaran tanpa provokasi terhadap Republik Islam Iran.
Sekadar diketahui, AS kembali membombardir Iran pada hari kedua berturut-turut, Kamis (11/6/2026), ketika harga minyak dunia melonjak. Harga minyak melonjak di atas USD93 per barel setelah Presiden Amerika Donald Trump mengumumkan rencana serangan tambahan pada Rabu malam.
Serangan diluncurkan ketika Trump berusaha menekan Teheran agar menerima persyaratan perdamaian yang dia ajukan.
Ledakan dan dampak dilaporkan terjadi di seluruh Iran selatan dan tengah beberapa jam setelah Menteri Perang Pete Hegseth mengatakan Komando Pusat AS atau CENTCOM “akan sibuk malam ini".
Lihat Juga :