Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya

Selasa, 09 Juni 2026 - 12:21 WIB
loading...
A A A
Proyek ini telah lama dianggap sebagai salah satu usaha kebijakan industri dan keamanan terpenting di Eropa. Namun selama bertahun-tahun, proyek ini terhambat oleh konflik antara perusahaan-perusahaan yang terlibat, dan perselisihan mengenai kepemimpinan, pembagian kerja, dan hak kekayaan intelektual pada akhirnya terbukti tidak dapat dipecahkan. Sementara Dassault bersikeras untuk memimpin pengembangan pesawat tempur, Airbus menolak untuk menerima peran sebagai mitra junior.

Komplikasi lebih lanjut muncul dari perbedaan persyaratan militer. Prancis bersikeras pada pesawat tempur bersenjata nuklir yang mampu beroperasi dari kapal induk untuk angkatan bersenjatanya, sesuatu yang tidak dibutuhkan oleh Jerman. Proposal untuk mengembangkan dua varian pesawat yang berbeda dalam program tersebut gagal mendapatkan persetujuan bersama.

Pengumuman ini muncul di tengah seruan agar Eropa mengintegrasikan militer-militer yang terfragmentasi secara lebih erat seiring memburuknya gejolak geopolitik.

Perang Rusia melawan Ukraina telah memasuki tahun kelima, sementara negara-negara Eropa semakin khawatir tentang komitmen keamanan AS terhadap benua tersebut di bawah Presiden Donald Trump.

3. Mitra Lain Jadi Alternatif

Bagi Airbus, keputusan ini membuka pintu untuk mencari mitra baru. Para pelaku industri menyebutkan, antara lain, grup pertahanan Swedia Saab dan program jet tempur Inggris-Jepang-Italia sebagai pilihan kerja sama potensial.

Dassault, di sisi lain, kemungkinan akan terus mengembangkan generasi Rafale berikutnya sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
Gibran Duduk di Barisan...
Gibran Duduk di Barisan Menteri saat Sidang Kabinet, Mensesneg Beri Penjelasan
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Berita Terkini
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved