Israel Ternyata Ditolong AS saat Dihujani Rudal Iran
Selasa, 09 Juni 2026 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian pada tahun yang sama, aset militer AS kembali membantu Israel dalam mempertahankan diri dari serangan rudal Iran, dengan kapal perusak Amerika di Mediterania timur dan aset regional lainnya membantu melacak dan mencegat ancaman yang datang.
Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer yang substansial di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem pertahanan udara canggih, pesawat tempur, kapal Angkatan Laut, dan lebih dari 50.000 pasukan yang ditempatkan di seluruh wilayah tersebut. Para pejabat AS telah berulang kali mengatakan bahwa pasukan tersebut ditempatkan untuk melindungi personel dan kepentingan Amerika serta untuk mendukung mitra regional yang menghadapi ancaman rudal dan drone.
Pentagon belum merilis rincian lengkap aset yang terlibat dalam operasi tersebut, dan para pejabat AS memperingatkan bahwa penilaian dapat berubah seiring tersedianya informasi tambahan.
Bantuan militer AS ini diduga menjadi pertimbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tunduk pada Presiden Amerika Donald Trump yang memintanya menghentikan serangan balasan terhadap Iran.
Dalam percakapan telepon dengan jurnalis Channel 12; Barak Ravid, Trump mengatakan bahwa dia meminta Netanyahu dalam panggilan telepon semalam agar Israel tidak merespons serangan rudal balistik Iran.
“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian',” kata Trump, yang dikutip Axios.
Menurut laporan Channel 12, percakapan itu berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Namun sejumlah staf senior Trump yang mengikuti percakapan tersebut mengatakan kepada Channel 12 bahwa mereka menilai Trump berhasil membujuk Israel untuk menunda aksi balasan selama beberapa hari, sehingga pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai kesepakatan yang sedang dirundingkan tetap dapat berlangsung.
Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer yang substansial di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem pertahanan udara canggih, pesawat tempur, kapal Angkatan Laut, dan lebih dari 50.000 pasukan yang ditempatkan di seluruh wilayah tersebut. Para pejabat AS telah berulang kali mengatakan bahwa pasukan tersebut ditempatkan untuk melindungi personel dan kepentingan Amerika serta untuk mendukung mitra regional yang menghadapi ancaman rudal dan drone.
Pentagon belum merilis rincian lengkap aset yang terlibat dalam operasi tersebut, dan para pejabat AS memperingatkan bahwa penilaian dapat berubah seiring tersedianya informasi tambahan.
Bantuan militer AS ini diduga menjadi pertimbangan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tunduk pada Presiden Amerika Donald Trump yang memintanya menghentikan serangan balasan terhadap Iran.
Dalam percakapan telepon dengan jurnalis Channel 12; Barak Ravid, Trump mengatakan bahwa dia meminta Netanyahu dalam panggilan telepon semalam agar Israel tidak merespons serangan rudal balistik Iran.
“Saya berkata, ‘Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian',” kata Trump, yang dikutip Axios.
Menurut laporan Channel 12, percakapan itu berakhir tanpa kesimpulan yang jelas. Namun sejumlah staf senior Trump yang mengikuti percakapan tersebut mengatakan kepada Channel 12 bahwa mereka menilai Trump berhasil membujuk Israel untuk menunda aksi balasan selama beberapa hari, sehingga pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai kesepakatan yang sedang dirundingkan tetap dapat berlangsung.
Lihat Juga :