Jerman Hendak Borong Lagi 15 Jet Tempur Siluman F-35 AS, Bisa Ribut dengan Prancis
Selasa, 21 Oktober 2025 - 08:04 WIB
loading...
Jerman berencana membeli lagi 15 jet tempur siluman F-35 dari Lockheed Martin Amerika Serikat. Foto/Bundeswehr/Marcello Totaro
A
A
A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius berencana memesan 15 jet tempur siluman F-35 tambahan dari Lockheed Martin Amerika Serikat (AS). Rencana ini diungkap seorang sumber di Parlemen kepada Reuters pada Senin, yang mendukung laporan serupa dari majalah Spiegel.
Para perencana memperkirakan pesawat tambahan tersebut akan menelan biaya sekitar €2,5 miliar, menurut dokumen rahasia yang disiapkan untuk komite anggaran Parlemen.
Jerman sebelumnya telah memesan 35 jet buatan AS tersebut untuk menggantikan armada 85 jet tempur Tornado yang sudah tua, yang akan dinonaktifkan.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS-Australia-Jepang Unjuk Kekuatan, Pesan Keras bagi Rusia Cs
Pesawat F-35 tersebut dirancang untuk menggantikan Tornado dalam tugasnya membawa bom nuklir AS yang ditempatkan di Jerman jika terjadi konflik.
Berlin sebelumnya membantah rencana untuk mengakuisisi 15 jet tempur F-35 tambahan pada bulan Juli, tetapi anggaran pertahanan yang meningkat secara signifikan telah menciptakan lebih banyak ruang untuk pembelian senjata.
Saat itu, sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters bahwa gagasan untuk mengakuisisi 15 jet F-35 tambahan telah menjadi bagian dari diskusi sebelumnya.
Keputusan untuk membeli lebih banyak pesawat F-35 dapat memicu ketegangan baru antara Jerman dan Prancis yang telah berselisih mengenai proyek jet tempur mereka yang sedang berjalan, Franco-German Future Combat Air System (FCAS) atau SCAF dalam bahasa Prancis.
FCAS merupakan inisiatif pesawat tempur generasi berikutnya untuk Eropa sendiri. Proyek ini bisa terganggu dengan langkah Jerman yang lebih memilih menghabiskan dananya untuk membeli jet tempur F-35 Amerika.
Namun, jika disetujui, F-35 tambahan akan meningkatkan interoperabilitas Jerman dengan sekutu NATO, khususnya AS, sekaligus semakin memperkuat ketergantungan pada teknologi pertahanan Amerika.
Para perencana memperkirakan pesawat tambahan tersebut akan menelan biaya sekitar €2,5 miliar, menurut dokumen rahasia yang disiapkan untuk komite anggaran Parlemen.
Jerman sebelumnya telah memesan 35 jet buatan AS tersebut untuk menggantikan armada 85 jet tempur Tornado yang sudah tua, yang akan dinonaktifkan.
Baca Juga: Jet Tempur Siluman F-35 AS-Australia-Jepang Unjuk Kekuatan, Pesan Keras bagi Rusia Cs
Pesawat F-35 tersebut dirancang untuk menggantikan Tornado dalam tugasnya membawa bom nuklir AS yang ditempatkan di Jerman jika terjadi konflik.
Berlin sebelumnya membantah rencana untuk mengakuisisi 15 jet tempur F-35 tambahan pada bulan Juli, tetapi anggaran pertahanan yang meningkat secara signifikan telah menciptakan lebih banyak ruang untuk pembelian senjata.
Saat itu, sebuah sumber militer mengatakan kepada Reuters bahwa gagasan untuk mengakuisisi 15 jet F-35 tambahan telah menjadi bagian dari diskusi sebelumnya.
Keputusan untuk membeli lebih banyak pesawat F-35 dapat memicu ketegangan baru antara Jerman dan Prancis yang telah berselisih mengenai proyek jet tempur mereka yang sedang berjalan, Franco-German Future Combat Air System (FCAS) atau SCAF dalam bahasa Prancis.
FCAS merupakan inisiatif pesawat tempur generasi berikutnya untuk Eropa sendiri. Proyek ini bisa terganggu dengan langkah Jerman yang lebih memilih menghabiskan dananya untuk membeli jet tempur F-35 Amerika.
Namun, jika disetujui, F-35 tambahan akan meningkatkan interoperabilitas Jerman dengan sekutu NATO, khususnya AS, sekaligus semakin memperkuat ketergantungan pada teknologi pertahanan Amerika.
(mas)
Lihat Juga :