Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Senin, 08 Juni 2026 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan tanggap bencana segera di Mindanao, sebuah pulau seukuran Korea Selatan, dengan lembaga-lembaga yang diarahkan untuk menyiapkan bantuan dan pusat evakuasi serta bersiap untuk kemungkinan operasi penyelamatan.
"Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," katanya dalam sebuah pernyataan.
Ini terjadi delapan bulan setelah Filipina mengalami gempa paling mematikan dalam 12 tahun, ketika gempa dangkal berkek magnitude 6,9 menghantam lepas pantai pulau Cebu, menewaskan 79 orang. Dua gempa kuat menghantam Mindanao dua minggu kemudian, yang terkuat berkek magnitude 7,4.
Militer Filipina mengatakan unit tanggap bencana mereka telah dikerahkan ke daerah-daerah yang terkena dampak.
Gempa terjadi pagi hari saat sekolah-sekolah di Filipina kembali dibuka setelah libur panjang.
Sebuah video yang dibagikan oleh sebuah sekolah setempat saat gempa terjadi menunjukkan sekelompok besar anak-anak duduk di lantai bergoyang cepat dari sisi ke sisi, beberapa memeluk guru, sebelum melarikan diri secara massal saat tempat perlindungan darurat runtuh di belakang mereka.
Benjie Ancheta, kepala polisi kota Alabel di Sarangani, mengatakan gempa terjadi saat upacara pengibaran bendera polisi, menyebabkan beberapa orang pingsan.
"Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," katanya dalam sebuah pernyataan.
Ini terjadi delapan bulan setelah Filipina mengalami gempa paling mematikan dalam 12 tahun, ketika gempa dangkal berkek magnitude 6,9 menghantam lepas pantai pulau Cebu, menewaskan 79 orang. Dua gempa kuat menghantam Mindanao dua minggu kemudian, yang terkuat berkek magnitude 7,4.
Militer Filipina mengatakan unit tanggap bencana mereka telah dikerahkan ke daerah-daerah yang terkena dampak.
Gempa terjadi pagi hari saat sekolah-sekolah di Filipina kembali dibuka setelah libur panjang.
Sebuah video yang dibagikan oleh sebuah sekolah setempat saat gempa terjadi menunjukkan sekelompok besar anak-anak duduk di lantai bergoyang cepat dari sisi ke sisi, beberapa memeluk guru, sebelum melarikan diri secara massal saat tempat perlindungan darurat runtuh di belakang mereka.
Benjie Ancheta, kepala polisi kota Alabel di Sarangani, mengatakan gempa terjadi saat upacara pengibaran bendera polisi, menyebabkan beberapa orang pingsan.
Lihat Juga :