AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Senin, 08 Juni 2026 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Sejak perang dimulai, Iran dilaporkan telah melancarkan beberapa serangan ke pangkalan gabungan tersebut. Menurut Inggris, salah satu serangan tersebut pada akhir Maret berhasil dihalau oleh kapal perang AS.
Pada bulan Maret, Inggris memberi AS izin untuk meluncurkan rudal yang menyerang peluncur rudal Iran dari pangkalan gabungan tersebut seiring berlanjutnya perang.
Trump sebelumnya mengecam keputusan Inggris tersebut sebagai "sangat terlambat" dan berpendapat bahwa pejabat London seharusnya menyetujui keputusan tersebut lebih cepat.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa dia membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan: “Pemerintah mewarisi situasi di mana kendali Inggris atas pangkalan militer di Diego Garcia terancam dan tindakan diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris dan untuk mencegah musuh kita mendapatkan pijakan di lokasi yang sangat penting secara strategis."
“Diego Garcia adalah aset militer strategis utama bagi Inggris dan AS, yang telah melindungi keamanan bersama kita selama hampir 60 tahun. Mempertahankan kendali operasional dan keamanan jangka panjang Diego Garcia adalah dasar dari Perjanjian Inggris-Mauritius, sebuah perjanjian yang lahir dari risiko jangka panjang nyata terhadap pangkalan tersebut yang sangat disadari oleh Inggris dan AS," paparnya.
Ketika ditanya apakah Inggris akan melanjutkan kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan jika AS menentangnya, seorang sumber pemerintah Inggris mengatakan: “Kami selalu jelas bahwa kami tidak akan melanjutkan tanpa dukungan AS.”
Pada bulan Maret, Inggris memberi AS izin untuk meluncurkan rudal yang menyerang peluncur rudal Iran dari pangkalan gabungan tersebut seiring berlanjutnya perang.
Trump sebelumnya mengecam keputusan Inggris tersebut sebagai "sangat terlambat" dan berpendapat bahwa pejabat London seharusnya menyetujui keputusan tersebut lebih cepat.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa dia membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran.
Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan: “Pemerintah mewarisi situasi di mana kendali Inggris atas pangkalan militer di Diego Garcia terancam dan tindakan diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris dan untuk mencegah musuh kita mendapatkan pijakan di lokasi yang sangat penting secara strategis."
“Diego Garcia adalah aset militer strategis utama bagi Inggris dan AS, yang telah melindungi keamanan bersama kita selama hampir 60 tahun. Mempertahankan kendali operasional dan keamanan jangka panjang Diego Garcia adalah dasar dari Perjanjian Inggris-Mauritius, sebuah perjanjian yang lahir dari risiko jangka panjang nyata terhadap pangkalan tersebut yang sangat disadari oleh Inggris dan AS," paparnya.
Ketika ditanya apakah Inggris akan melanjutkan kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan jika AS menentangnya, seorang sumber pemerintah Inggris mengatakan: “Kami selalu jelas bahwa kami tidak akan melanjutkan tanpa dukungan AS.”
(mas)
Lihat Juga :