AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya

Senin, 08 Juni 2026 - 13:52 WIB
loading...
AS Hendak Beli Kepulauan...
Amerika Serikat berencana membeli Kepulauan Chagos, yang mencakup Diego Garcia, dari Mauritius. Foto/Science Photo Library via BBC
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS), di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, dilaporkan sedang mempertimbangkan rencana untuk membeli Kepulauan Chagos dari Mauritius. Tujuannya adalah untuk tetap mengamankan kendali atas pangkalan militer AS-Inggris di Diego Garcia.

Rencana Amerika muncul setelah Inggris berniat menyerahkan kedaulatan Kepulauan Chagos—yang mencakup Diego Garcia—kepada Mauritius.

Baca Juga: Pakar AS: Rudal Iran yang Ditembakkan ke Diego Garcia Adalah Senjata Korea Utara

Sekadar diketahui, pada Mei 2025, Inggris dan Mauritius menandatangani perjanjian yang pada prinsipnya mengakui bahwa kedaulatan atas seluruh Kepulauan Chagos akan berada di tangan Mauritius. Sebagai imbalannya, Inggris dan Amerika Serikat tetap mempertahankan penggunaan pangkalan militer Diego Garcia melalui skema sewa jangka panjang selama 99 tahun dan dapat diperpanjang.

Namun, situasinya menjadi lebih rumit pada 2026. Pemerintah Inggris menunda implementasi perjanjian tersebut setelah muncul kritik politik di Inggris dan kekhawatiran dari pemerintahan AS mengenai implikasi strategisnya. Bahkan muncul laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk memastikan Diego Garcia tetap berada di bawah kendali Barat, termasuk kemungkinan kesepakatan langsung dengan Mauritius apabila transfer kedaulatan benar-benar terjadi.

Rencana Amerika membeli Kepulauan Chagos dari Mauritius pertama kali dilaporkan oleh The Telegraph pada hari Minggu.

Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar yang diajukan The Guardian, Senin (8/6/2026), terkait rencana potensial tersebut.

Berdasarkan proposal tersebut, sebagaimana dilaporkan The Telegraph, pemerintahan Trump akan mengabaikan pejabat Inggris dan membeli kepulauan tersebut, mengamankan kendali atas pangkalan militer AS-Inggris Diego Garcia.

Namun, kepulauan tersebut pertama-tama harus dijadikan negara berdaulat, memungkinkan AS untuk menegosiasikan pembeliannya langsung dengan Mauritius. Legislasi sebelumnya untuk menyerahkan pulau-pulau itu kepada Mauritius ditangguhkan pada bulan April setelah AS menarik dukungannya terhadap kesepakatan tersebut.

Rencana terbaru AS diajukan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent dan disampaikan kepada Trump, meskipun diduga bukan pilihan utama pemerintahan Trump. Beberapa pejabat di pemerintahan Trump khawatir tentang pemberian kepulauan itu kepada Mauritius—yang merupakan sekutu China—, yang membuka kemungkinan spionase.

Delegasi pengungsi Chagos yang mengunjungi Inggris pekan lalu mengatakan bahwa masalah ini telah "dibajak di dalam gedung" politik Inggris.

Enam orang dari Kelompok Pengungsi Chagos menyatakan dukungan penuh mereka agar Inggris mencapai kesepakatan tentang masa depan pulau-pulau tersebut. "Yang terpenting adalah hak-hak kami," kata Louis Olivier Bancoult, pemimpin delegasi, pada Jumat pekan lalu.

"Tidak ada kemauan nyata dari pemerintah Inggris untuk menemukan solusi bagi rakyat kami. Kita perlu menemukan jalan keluar," ujarnya.

"Kami masih menderita dan posisi kami jelas, kami berhak untuk tinggal di tempat kelahiran kami," paparnya.

Diskusi tentang kemungkinan AS membeli Kepulauan Chagos muncul di tengah perang AS-Israel melawan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari. Pangkalan Diego Garcia, yang terletak di Samudra Hindia tengah, berjarak sekitar 2.360 mil (3.800 km) dari Iran dan mencakup pangkalan udara yang dapat digunakan untuk operasional rudal jarak jauh AS.

Sejak perang dimulai, Iran dilaporkan telah melancarkan beberapa serangan ke pangkalan gabungan tersebut. Menurut Inggris, salah satu serangan tersebut pada akhir Maret berhasil dihalau oleh kapal perang AS.

Pada bulan Maret, Inggris memberi AS izin untuk meluncurkan rudal yang menyerang peluncur rudal Iran dari pangkalan gabungan tersebut seiring berlanjutnya perang.

Trump sebelumnya mengecam keputusan Inggris tersebut sebagai "sangat terlambat" dan berpendapat bahwa pejabat London seharusnya menyetujui keputusan tersebut lebih cepat.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bahwa dia membahayakan nyawa warga Inggris dengan mengizinkan pangkalan-pangkalan Inggris digunakan untuk agresi terhadap Iran.

Seorang juru bicara pemerintah Inggris mengatakan: “Pemerintah mewarisi situasi di mana kendali Inggris atas pangkalan militer di Diego Garcia terancam dan tindakan diperlukan untuk melindungi kepentingan nasional Inggris dan untuk mencegah musuh kita mendapatkan pijakan di lokasi yang sangat penting secara strategis."

“Diego Garcia adalah aset militer strategis utama bagi Inggris dan AS, yang telah melindungi keamanan bersama kita selama hampir 60 tahun. Mempertahankan kendali operasional dan keamanan jangka panjang Diego Garcia adalah dasar dari Perjanjian Inggris-Mauritius, sebuah perjanjian yang lahir dari risiko jangka panjang nyata terhadap pangkalan tersebut yang sangat disadari oleh Inggris dan AS," paparnya.

Ketika ditanya apakah Inggris akan melanjutkan kesepakatan untuk menyerahkan kedaulatan jika AS menentangnya, seorang sumber pemerintah Inggris mengatakan: “Kami selalu jelas bahwa kami tidak akan melanjutkan tanpa dukungan AS.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved