Imbas Norwegia Larang Jual Rudal Canggih, Kapal Perang Malaysia seperti Harimau Tanpa Taring

Jum'at, 29 Mei 2026 - 09:42 WIB
loading...
A A A
Koh mengatakan bahwa meskipun tidak adanya rudal tidak akan menghambat tugas patroli maritim, hal itu akan membatasi kemampuan tempur Angkatan Laut Malaysia yang berpusat pada kapal-kapal baru tersebut.

Analis pertahanan yang berbasis di Kuala Lumpur, Zaki Salleh, mengatakan risiko yang dihadapi Malaysia semakin serius karena LCS dimaksudkan sebagai platform tempur yang terintegrasi penuh, bukan sekadar kapal patroli.

“Jika LCS pertama selesai dibangun tanpa sistem rudal, itu akan seperti harimau tanpa taring,” kata Zaki, merujuk pada tantangan yang dihadapi Malaysia untuk melindungi zona ekonomi eksklusifnya di Laut China Selatan.

Menurutnya, meskipun Malaysia dapat mengoperasikan kapal tersebut tanpa sistem tersebut untuk saat ini, hal itu akan berada di bawah kemampuan yang diproyeksikan dan menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang target modernisasi Angkatan Laut.

Zaki mengatakan rudal Exocet MM40 Block 3C akan menjadi pengganti yang logis karena LCS Malaysia awalnya dirancang untuk membawa rudal buatan Prancis tersebut, dan Angkatan Laut Malaysia memiliki pengalaman puluhan tahun dalam mengoperasikan sistem tersebut.

“[Tetapi] faktor biaya, waktu integrasi, dan persyaratan pelatihan ulang akan menjadi masalah utama,” tambahnya, dengan konfigurasi ulang yang berpotensi memakan waktu hingga dua tahun.

Dilema Pemasok


Dampak dari insiden rudal Norwegia telah menimbulkan keraguan terhadap strategi pengadaan Malaysia pada saat eksportir pertahanan dari negara-negara seperti Turki dan Korea Selatan sedang berekspansi ke Asia Tenggara, dan Jepang berupaya menjual rudal dan sistem lainnya ke kawasan tersebut setelah baru-baru ini mencabut larangan ekspor senjata mematikan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.

Selain negara-negara tersebut, Chong Ja Ian, seorang profesor madya ilmu politik di Universitas Nasional Singapura, mengatakan Malaysia juga dapat mempertimbangkan sistem pertahanan dari India, Rusia, dan China.

“Setiap penjualan dan transfer masih perlu meyakinkan pemerintah-pemerintah tersebut bahwa teknologi yang mereka anggap sensitif tidak akan berpotensi diungkapkan, dibagikan, atau dibocorkan kepada pesaing nyata atau potensial,” kata Chong.

Dia menambahkan, sistem dengan komponen Amerika Serikat juga akan menghadapi pengawasan tambahan dari Washington.

“Kebijakan ‘berteman dengan semua’ Malaysia bergantung pada kondisi bahwa para mitranya tidak saling mencurigai dan terbuka untuk kerja sama,” kata Chong. “Jika tidak demikian, pihak lain dapat memberlakukan syarat-syarat tertentu kepada Malaysia," imbuhnya, yang dilansir South China Morning Post, Jumat (29/5/2026).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Haaland Cetak Brace,...
Haaland Cetak Brace, Norwegia Paksa Senegal Angkat Koper Lebih Cepat
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Hampir Setengah Warga...
Hampir Setengah Warga Israel Dukung Serangan ke Lebanon meski Harus Melawan Trump
Rekomendasi
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
KRI Bung Karno-369,...
KRI Bung Karno-369, Kapal Perang Canggih Buatan Anak Bangsa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved